Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Kompas.com - 27/05/2020, 16:30 WIB
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy (tengah) didampingi unsur Forkopinda saat diwawancara awak media di Balikapapan, Jumat (20/3/2020).  HO/Sucipto Harian Kompas BalikpapanWali Kota Balikpapan, Rizal Effendy (tengah) didampingi unsur Forkopinda saat diwawancara awak media di Balikapapan, Jumat (20/3/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai menyusun konsep penerapan new normal atau kenormalan baru di tengah pandemi Covid-19.

Hal tersebut dilakukan seiring wacana pemerintah pusat yang menginginkan aktivitas masyarakat kembali normal.

“Masih kita susun konsepnya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Andi Sri Juliaty melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Surat Tak Sesuai Syarat, 7 Penumpang Ditolak Terbang di Bandara Sepinggan Balikpapan

Sementara, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, akan menunggu penerapan empat provinsi yang menjadi uji coba sekaligus sebagai contoh.

“Nanti kita lihat contoh penerapan dari 4 daerah yang menerapkan terlebih dahulu sebagai uji coba new normal,” ungkap Rizal seperti dikutip dari TribunKaltim.co, pada Selasa (26/5/2020).

Empat daerah yang dimaksud yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera barat dan Gorontalo.

Menurut Rizal, penyusunan konsep new normal tersebut akan merujuk pada aktivitas masyarakat seiring dibuka kembali sektor industri, rumah ibadah, pendidikan, perkantoran dan lainnya namun tetap berpedoman terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: RSUD Kanujoso Balikpapan Deteksi Covid-19 Pakai TCM, Ini Bedanya dengan PCR

"Kita susun panduan new normal baik terhadap hotel, restaurant, tempat wisata, tentu juga sekolah. Dalam satu atau dua hari ini kita akan keluarkan petunjuknya,” terangnya.

Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsung Usaha pada Situasi Pandemi, memuat sejumlah ketentuan umum.

Seperti, tetap menerapkan social distancing dan physical distancing dalam kehidupan new normal.

Baca juga: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Samarinda, Ini 4 Faktor Penyebabnya

Kemudian, keharusan memakai masker, skrining suhu di setiap kantor atau mal atau sekolah dan aturan lainnya di sarana-sarana publik.

Kendati demikian, KMK tersebut memberi kesempatan bagi setiap daerah untuk menyusun konsep sendiri sesuai kebutuhan kondisi daerah masing-masing.

Namun tetap merujuk pada panduan umum protokol kesehatan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Ditegur Polisi, Agus Banting Batu Besar ke Sepeda Motornya, Sudah Minta Maaf

Kesal Ditegur Polisi, Agus Banting Batu Besar ke Sepeda Motornya, Sudah Minta Maaf

Regional
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Covid-19 di Bulukumba

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kasus Rp 1 Miliar di Rekening Hilang | Sulitnya Yasidah Urus Surat Kematian

[POPULER NUSANTARA] Kasus Rp 1 Miliar di Rekening Hilang | Sulitnya Yasidah Urus Surat Kematian

Regional
Ditegur Polisi Saat Razia, Pria Ini Rusak Motornya dengan Batu Besar

Ditegur Polisi Saat Razia, Pria Ini Rusak Motornya dengan Batu Besar

Regional
Terekam CCTV, Pria Pukuli ATM dengan Palu, Tantang Warga yang Menegurnya

Terekam CCTV, Pria Pukuli ATM dengan Palu, Tantang Warga yang Menegurnya

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah Warga di Sukabumi

Regional
Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X