RSUD Kanujoso Balikpapan Deteksi Covid-19 Pakai TCM, Ini Bedanya dengan PCR

Kompas.com - 12/05/2020, 21:12 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan, Kalimantan Timur April 2020. Dok. Biro Humas Pemprov KaltimRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan, Kalimantan Timur April 2020.

SAMARINDA, KOMPAS.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo di Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai menggunakan alat tes cepat molekuler (TCM) untuk mendeteksi virus corona atau Covid-19.

Alat tersebut, jauh sebelum corona, sudah tersedia dua unit di RSUD Kanujoso dan Puskesmas Klandasan, Balikpapan untuk tuberkulosis (TBC) dan HIV.

Namun, alat itu di-upgrade untuk tes virus corona menggunakan cartridge yang dikirim Kementerian Kesehatan.

Baca juga: 165.128 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa, Kebanyakan Lewat RT-PCR

Direktur RSUD Kanujoso Edy Iskandar mengatakan, hasil tes alat tersebut sama dengan uji swab PCR.

“Tingkat akurasi sensitifitasnya bisa mencapai 90 persen. Sudah sama dengan PCR. Hanya tes PCR lebih masih manual jadi butuh waktu lama. Alat ini lebih praktis,” ungkap Edy melalui sambungan telepon kepada Kompas.com, Selasa (12/5/2020).

Edy menjelaskan pasien akan diambil sampel cairan di tenggorokan paling belakang, di masukan ke dalam cartridge, kemudian dimasukan ke dalam alat TCM untuk diproses.

Dalam waktu 45 menit alat tersebut sudah bisa membaca cairan tersebut mengandung virus atau tidak.

“Kalau mengandung virus berarti pasien tersebut positif corona. Atau hasil negatif berarti tidak terinfeksi,” terang Edy.

Baca juga: RSUI Buka Layanan Drive Thru Tes Covid-19 dengan Metode Swab PCR

Bedanya dengan rapid tes, kata Edy sangat jauh. Rapid tes hanya menguji antibodi seseorang apakah reaktif atau non-reaktif menggunakan sampel darah. Karena itu, tingkat akurasi pun jauh, hanya 50 sampai 60 persen saja.

Tahap pertama, Kemenkes sudah mengirim 60 cartridge TCM untuk uji virus corona di RSUD Kanujoso. Selanjutnya akan dikirim lagi untuk tahap dua.

“Tahap dua dalam proses. Kami gunakan yang ada dulu (cartridge). Satu cartridge untuk satu pasien. Jadi kalau 60 cartridge hanya 60 pasien saja,” jelasnya.

Ke-60 cartridge tersebut akan di fokus ke pasien baru. Sebab, semua pasien lama sudah diambil sampelnya dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

“Ke depan, jika ketersedian cartridge ini banyak maka RSUD di Balikpapan tak akan mengirim sampel lagi ke BBLK Surabaya dan Jakarta,” terang Edy.

Diketahui, hingga Selasa total pasien positif Covid-19 di Balikpapan sebanyak 24 orang yang masih di rawat, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 55 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) 253 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X