Antisipasi Warga Mudik, Polisi Dirikan 60 Pospam di Akses Keluar Masuk Riau

Kompas.com - 25/04/2020, 23:02 WIB
Petugas Satlantas Polresta Pekanbaru menyetop kendaraan yang melintasi Jalan HR Soebrantas dan dialihkan ke jalan lain dalam masa PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (24/4/2020) malam. KOMPAS.COM/IDONPetugas Satlantas Polresta Pekanbaru menyetop kendaraan yang melintasi Jalan HR Soebrantas dan dialihkan ke jalan lain dalam masa PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (24/4/2020) malam.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Pemerintah melarang masyarakat mudik lebaran tahun ini demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Di Provinsi Riau, kepolisian mendirikan pos pengamanan ( pospam) pada akses keluar masuk untuk mengantisipasi warga mudik.

Antisipasi warga mudik ini, dilakukan kepolisian daerah (Polda) Riau dalam Operasi Ketupat Muara Takus 2020. 

Baca juga: Selama PSBB, Pemkot Tegal Ratusan Lampu Penerangan Jalan Dipadamkan

Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau Kombes Pol Ping Pringadi mengatakan, operasi tersebut sudah berjalan sejak Jumat 14 April dan berlangsung hingga 37 hari ke depan.

"Operasi Ketupat Muara Takus, Polda Riau mendirikan 60 pospam dan kekuatan 1.020 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas  Kesehatan dan lainnya," kata Pringadi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

Dia merincikan, 60 pospam tersebar di 12 kabupaten dan kota di Riau. 

Di Kota Pekanbaru 5 pospam, Kota Dumai 5 pospam, Kabupaten Bengkalis 6 pospam, Rokan Hulu 7 pospam, Pelalawan  4 pospam, Rokan Hilir 3 pospam, Indragiri Hilir 5 pospam, Siak 5 pospam, Indragiri Hulu 4 pospam, Kampar 4 pospam, Kuantan Singingi 3 pospam, dan Kabupaten Kepulauan Meranti 4 pospam.

Kemudian, jumlah personel gabungan dari jajaran Polda Riau 390 personel, 245 TNI, 204 petugas kesehatan, 239 Dinas Perhubungan, 273 Satpol PP dan 176 mitra Bhabinkamtibmas.

Selain itu, sambung Pringadi, personel Ditlantas Polda Riau sendiri juga akan melakukan back up 20 personel per posko di empat titik perbatasan.

Empat titik perbatasan, yakni di Kabupaten Kampar berbatasan dengan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, Kabupaten Kuantan Singingi berbatasan dengan Kabupaten Sijunjung, Sumbar, di Rokan Hilir berbatasan dengan Sumut dan Kabupaten Indragiri Hilir berbatasan dengan Jambi.

Baca juga: Bandara SSK II Pekanbaru Tutup Penerbangan Penumpang 25 April-1 Juni

Dalam operasi ini, aparat akan melakukan penjagaan ketat di pintu keluar masuk wilayah Riau untuk mencegah warga mudik.

"Dalam operasi ini, kami akan lebih fokus kepada upaya menjalankan instruksi pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Terutama antisipasi dan menindaklanjuti kebijakan pemerintah untuk larangan mudik bagi masyarakat dan physical distancing (jaga jarak) serta penggunaan masker," ucap Pringadi.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat  untuk menunda mudik supaya dapat mengurangi penyebaran virus corona.

"Untuk memutus mata rantai penyebaran virus, ini perlu dilakukan bersama-sama demi keselamatan diri, keluarga dan masyarakat semuanya," kata Pringadi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X