Pengajuan PSBB Ditangguhkan Kemenkes, Ini Respons Pemkab Mimika

Kompas.com - 14/04/2020, 13:07 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19 di Indonesia ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19 di Indonesia

KOMPAS.com- Kabupaten Mimika, Papua telah mengajukan status pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) ke Kementerian Kesehatan pekan lalu.

Namun, rupanya, pengajuan tersebut belum mendapatkan persetujuan oleh Kemenkes.

Baca juga: Pemkot Padang Siapkan Rp 200 Miliar untuk PSBB

Belum memenuhi syarat

Ilustrasi virus corona di IndonesiaShutterstock Ilustrasi virus corona di Indonesia
Menurut juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto, penyebab belum dikabulkannya pengajuan PSBB Mimika karena belum memenuhi syarat.

Seperti diketahui, syarat pengajuan PSBB diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Selain Mimika, ada beberapa daerah lain yang persetujuan pengajuannya masih ditangguhkan.

Daerah itu adalah Kabupaten Fakfak, Kabupaten Sorong, Kota Palangkaraya dan Kabupaten Rotendao.

Baca juga: Kemenkes Tangguhkan Pengajuan PSBB Fakfak, Mimika, Sorong, Palangkaraya, dan Rotendao

 

Ilustrasi corona virus (Covid-19)shutterstock Ilustrasi corona virus (Covid-19)
Respons pemkab

Merespos hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika segera melengkapi kekurangan persyaratan yang diminta.

Menurut juru bicara Covid-19 Mimika Reynold Ubra, pedoman persyaratan sempat terlambat diterima.

Namun ia memastikan, data yang belum lengkap tersebut sudah ada.

"Adapun persyaratan yang harus dilengkapi, di antaranya jumlah kasus, sebaran kasus, jumlah ODP, PDP, OTG dan data lainnya," kata Reynold.

Baca juga: Tutup Jalan, Warga Tolak Jenazah Pasien Corona Dimakamkan di TPU SP 1 Mimika

Alasan ajukan PSBB

Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.Shutterstock Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.
Reynold menjelaskan, PSBB perlu dilakukan lantaran kasus positif corona di Mimika kian bertambah.

Total kasus positif Covid-19 di Mimika tercatat ada 19 kasus dengan jumlah kematian 3 kasus dan 3 pasien sembuh hingga Senin (13/4/2020).

"Untuk ODP 147 orang dan OTG 221 orang," kata dia.

Sedangkan PDP berjumlah 26 orang dan masih menjalani perawatan di RSUD Mimika, Rumah Sakit Mitra Masyarakat dan Rumah Sakit Tembagapura.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Irsul Panca Aditra, Dian Erika Nugraheny | Editor: David Oliver Purba, Diamanty Meiliana)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Regional
Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Regional
Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Oknum Polisi yang Todongkan Pistol ke Pengunjung Saat Ribut di Warung Tuak Diperiksa Propam

Regional
Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Perwira Polisi Bawa 16 Kg Sabu, Kapolda: Kita Harap Hakim Beri Hukuman Layak ke Pengkhianat Bangsa Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X