Tutup Jalan, Warga Tolak Jenazah Pasien Corona Dimakamkan di TPU SP 1 Mimika

Kompas.com - 13/04/2020, 15:52 WIB
Warga ketika memblokade jalan menuju kuburan SP 1, Senin (13/4/2020). IRSUL PANCA ADITRAWarga ketika memblokade jalan menuju kuburan SP 1, Senin (13/4/2020).

TIMIKA, KOMPAS.com- Sekelompok warga yang tinggal di belakang tempat pemakaman umum (TPU) SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Mimika, Papua, memblokade ruas jalan menuju kuburan pada Senin (13/4/2020).

Pemerintah Kabupaten Mimika memakamkan dua jenazah pasien yang meninggal karena virus corona baru atau Covid-19 di lahan baru area kuburan SP 1 beberapa waktu lalu.

Masyarakat tak ingin TPU SP 1 kembali dijadikan sebagai lokasi pemakaman jenazah pasien yang meninggal karena virus corona.

Meski tak ada jenazah pasien corona yang dimakamkan hari ini, puluhan warga berkumpul dan menutup jalan mengunakan papan juga kayu. 

"Masyarakat belakang TPU SP1 dan sekitarnya sepakat menolak jenazah positif Covid-19 dikuburkan di situ," kata koordinator aksi, Ariyas Murib di lokasi.

Baca juga: UPDATE: 3 Kasus Positif Corona di Jayawijaya, 1 Pasien Awalnya Diduga Malaria

Warga meminta pemerintah menyiapkan lahan khusus yang jauh dari permukiman warga untuk memakamkan jenazah pasien Covid-19.

Dalam aksi itu, warga khawatir jenazah tersebut menularkan virus corona baru atau Covid-19 kepada warga sekitar.

"Kami takut tertular virus tersebut, apalagi virus itu sangat mematikan," ujar Ariyas.

Aksi itu pun terpaksa dibubarkan polisi.

Polisi menilai aksi penutupan jalan ini menganggu aktivitas masyarakat lainnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Regional
Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Regional
Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Regional
Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Regional
Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan 'Drive-Thru'

Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan "Drive-Thru"

Regional
Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Regional
Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Regional
Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Regional
Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Regional
Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Regional
Genangan Banjir di Cilacap Berangsur Surut, 531 Orang Masih Mengungsi

Genangan Banjir di Cilacap Berangsur Surut, 531 Orang Masih Mengungsi

Regional
Penjual Tanaman Hias Menjamur di Polewali Mandar

Penjual Tanaman Hias Menjamur di Polewali Mandar

Regional
Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar

Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar

Regional
Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Regional
Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X