Heboh Nelayan di Maluku Utara Kubur Ikan Tuna 2 Ton Hasil Tangkapan, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 06/04/2020, 21:24 WIB
Nelayan di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara mengubur puluhan ikan tuna hasil tangkapan mereka, Senin (6/4/2020) KOMPAS.COM/YAMIN ABDUL HASANNelayan di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara mengubur puluhan ikan tuna hasil tangkapan mereka, Senin (6/4/2020)

KOMPAS.com - Sebuah foto yang memperlihatkan nelayan di Desa Sangowo, Kecamatan Moratai Timur, Kabupaten Morotai, Maluku Utara, mengubur dua ton ikan tuna viral di media sosial, Senin (6/4/2020).

Penyuplai ikan tuna, Kahar Lastori mengatakan, penyebab ikan itu dikubur karena sudah membusuk.

Rencananya, kata Kahar, dua ton ikan itu akan diekspor ke Vietnam, tapi PT Harta Samudra di Pulau Morotai menolak karena kualitas ikan yang sudah busuk.

Baca juga: Ditipu Rp 700.000 Usai Antar Penumpang Purwokerto-Solo, Pengemudi Ojol: Jangan Dihakimi, Dibilangin Saja

Kahar mengaku, ikan tangkapan tersebut membusuk lantaran kekurangan pasokan es balok saat proses pendinginan.

"Kendalanya yaitu nelayan dari Haltim (Kabupaten Halmahera Timur) itu kekurangan es sehingga sekitar 2 ton ikan harus dikubur," kata Kahar, Senin (6/4/2020).

Baca juga: Pengakuan Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP: Saya Suka Sama Dia, tapi...

Perusahaan menolak mengekspor ikan itu karena sudah bau akibat darah ikan.

Saat perjalan pulang melaut, kata Kahar, para nelayan lupa mengganti air penyimpanan ikan. Akibatnya, begitu tiba di Morotai, ikannya sudah bau tidak sedap karena darah ikan.

Kahar mengatakan, kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi. Tapi sudah empat kali.

Baca juga: Ayah di Lampung Perkosa Anak Kandung Selama 13 Tahun, Terungkap Setelah Korban Menikah

Dalam kejadian serupa ini, Kahar mengaku rugi sekitar Rp 60 juta.

Kahar mengatakan, biasanya ia membeli es balok dari PT Harta Samudra dengan harga Rp 4.000 per balok.

Para nelayan yang melaut biasanya membawa sekitar 80 potong es balok untuk tiga hari.

"Hanya saja karena itu tadi faktor pertama itu, air yang tidak diganti dan darah ikan yang tidak dibersihkan sehingga meninggalkan bau tak sedap,” katanya.

Baca juga: Ibu di Muaraenim Mengaku Sudah 3 Kali Mengajak Anaknya Berhubungan Intim

 

(Penulis : Kontributor Ternate, Fatimah Yamin | Editor: Dheri Agriesta)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X