KILAS DAERAH

Kilas Daerah Semarang

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Kompas.com - 05/04/2020, 19:24 WIB
Salah seorang petugas sedang menunjukkan suhu tubu kepada calon penumpang moda tranportasi massal. DOK. IstimewaSalah seorang petugas sedang menunjukkan suhu tubu kepada calon penumpang moda tranportasi massal.

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meyakini, pemerintah pusat pasti akan mengeluarkan kebijakan pengganti waktu mudik atau libur lebaran.

Dengan begitu, masyarakat akan tetap dapat pulang ke kampung halaman untuk bertemu sanak saudara masing-masing.

"Bertahanlah di tempat bekerja, nanti kalau situasinya sudah baik, saya yakin pemerintah melalui Pak Presiden Jokowi akan memberikan kesempatan libur pengganti mudik," yakinnya, Minggu (5/4/2020).

Sebelumnya, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini kembali mengimbau warga Semarang yang bekerja di luar kota untuk tidak mudik atau pulang.

Baca juga: Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

"Sekali lagi saya menghimbau kepada seluruh sedulur Semarang yang saat ini sedang bekerja di luar Semarang, demi keamanan dan keselamatan keluarga kita semua, sebaiknya urungkan niat untuk mudik dulu," pintanya.

Terlebih, lanjutnya, saat ini terjadi peningkatan pergerakan masyarakat dari DKI Jakarta menuju arah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur darat.

Kekhawatiran Hendi bukan tanpa alasan. Sebab, meski pengecekan suhu tubuh dilakukan di beberapa pos kesehatan di sepanjang jalur yang dilewati, Covid-19 kini dapat dibawa seseorang tanpa gejala.

"Saat ini, bertahan di daerah sedulur-sedulur bekerja adalah sebuah sikap yang bijak,” ungkapnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Kurangi Pergerakan Masyarakat, Pemkot Semarang Tutup Jalan Protokol

Hendi pun menegaskan, bila masyarakat nekat mudik maka potensi untuk membahayakan keluarga di kampung halaman akan meningkat.

Justru, lanjutnya, hal ini yang nanti kemudian membuat banyak pihak jadi tidak nyaman.

Dia pun menyarankan masyarakat agar sementara waktu memanfaatkan berbagai media komunikasi yang ada.

Sebab, jelasnya, menjaga silaturahmi dengan keluarga yang jauh tanpa perlu pulang kampung halaman juga bisa.

"Ini semua untuk kebaikan kita semua, agar mata rantai penyebaran virus corona dapat cepat diputus," tukasnya.

Baca juga: Lima Ruas Jalan Protokol Semarang Ditutup Selama Akhir Pekan Ini

Di sisi lain, Hendi mengingatkan hari ini telah banyak pasien positif Covid-19 yang sembuh serta membaik kondisinya.

Namun, dia juga mengajak upaya bersama melawan virus corona tidak boleh mengendur. Sebab, tren masyarakat yang terkonfirmasi positif masih meningkat.

"Memang ada berita positif terkait kesembuhan 6 pasien di Kota Semarang, 4 di Rumah Sakit Wongsonegoro, 2 di Rumah Sakit Dokter Karyadi. Namun, tren penderita Covid-19 dari mulai 15 Maret sampai 4 April masih naik," jelasnya.

Untuk itu, dia pun mengharapkan kelegawaan seluruh masyarakat, baik yang di Kota Semarang atau pun yang sedang merantau.

Baca juga: 6 Pasien Positif Corona Sembuh di Semarang, Kuncinya Tetap Semangat

“Kalau ini disepelekan, persoalannya tidak akan selesai-selesai," tegas Hendi.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya