Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kompas.com - 05/04/2020, 18:22 WIB
Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang sekaligus Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berfoto di depan bantuan untuk penanganan Covid-19 dari gaji kader. PDI Perjuangan Kota SemarangKetua PDI Perjuangan Kota Semarang sekaligus Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berfoto di depan bantuan untuk penanganan Covid-19 dari gaji kader.
Penulis Farhanah
|

KOMPAS.com – Seratus persen gaji kader PDI Perjuangan (PDIP) Kota Semarang yang menduduki jabatan strategis akan diberikan untuk penanganan wabah Covid-19.

Keputusan itu dilakukan sesuai perintah Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang sekaligus Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada pengurus partai Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDI Perjuangan.

"Ini atas inisiatif kami di DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, yang sudah terkomunikasi dengan pimpinan-pimpinan partai kami di tingkat atas," kata Hendrar Prihadi, Minggu (5/4/2020), di Jalan Untung Suropati, Kota Semarang. 

Pria yang akrab disapa Hendi ini pun menyatakan penyerahan seluruh gaji kader partai yang dipimpinnya tersebut setidaknya akan dilakukan hingga tiga bulan ke depan.

Baca juga: Wali Kota Hendi: Semarang Siap Bertahan di Tengah Pandemi Virus Corona

"Kami mengikhlaskan gaji untuk tiga bulan ke depan, tapi kalau nanti persoalan Covid-19 lebih dari tiga bulan, teman-teman juga sudah siap untuk terus menyerahkan gajinya," terang Hendi.

Gerakan kader partai berlambang banteng itu dilakukan sebagai dharma bakti dan solidaritas kepada masyarakat terdampak penularan Covid-19.

Setelah terkumpul, nantinya dana akan digunakan untuk berbagai kebutuhan medis dan masyarakat.

"Nanti akan digunakan untuk banyak hal, misalnya guna menyediakan masker dan Alat Pelindung Diri ( APD) untuk rumah sakit yang membutuhkan, juga untuk masyarakat secara konkrit dengan bantuan sembako dan sebagainya," jelas Hendi.

Baca juga: Pemkot Semarang Siapkan 180.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Agar penyaluran transparan dan profesional, bantuan dari para kader akan dikoordinir Wakil Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Ia juga bertindak sebagai Ketua Tim Penanganan Covid-19 partai ini.

"Kami membentuk tim yang diketuai Bu Ita dan Bu Trifena anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Semarang. Mulai mengumpulkan gaji hingga menjaga kerja tim tersebut agar transparan dan profesional," jelas Hendi.

Adapun kader PDI Perjuangan saat ini mendominasi sejumlah jabatan strategis di Kota Semarang.

Total ada 21 kader PDI Perjuangan Kota Semarang yang sepakat mengikhlaskan gajinya untuk penanangan Covid-19, dua kader di eksekutif, dan 19 kader di legislatif.

Baca juga: Lagi, Dua Pasien Covid-19 di Semarang Dipastikan Sembuh

Selain Hendi, kader lain PDI Perjuangan yang menduduki berbagai jabatan ikut berkontribusi dalam gerakan melawan Covid-19 ini.

Di antaranya Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman, Ketua Komisi A Fajar Rinawan, Ketua Komisi B Joko Susilo, Ketua Komisi C Rukiyanto, dan Wakil Ketua Komisi D Rahmulyo.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Orang Bawa Senjata Tajam, Ambil Paksa Jenazah PDP, Rumah Sakit: Apa Mau Diperbuat?

Ratusan Orang Bawa Senjata Tajam, Ambil Paksa Jenazah PDP, Rumah Sakit: Apa Mau Diperbuat?

Regional
Viral Video Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP dari RS, Datang 100 Orang dan Bawa Senjata Tajam

Viral Video Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP dari RS, Datang 100 Orang dan Bawa Senjata Tajam

Regional
Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Regional
Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Regional
Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Regional
La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

Regional
Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Regional
20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Regional
Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Regional
Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Regional
Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Regional
Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Regional
Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Regional
Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Regional
Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Regional
komentar di artikel lainnya