Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Kompas.com - 05/04/2020, 15:57 WIB
Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) TOTO SIHONOIlustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

TEGAL, KOMPAS.com - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal mencatat, hingga Sabtu (4/4/2020) kemarin, sedikitnya ada 234 pekerja dirumahkan tanpa diberi kompensasi.

Kepala Disnakerin Kota Tegal R Heru Setyawan mengungkapkan, hasil monitoring dan evaluasi dari 60 perusahaan di Kota Tegal, beberapa di antaranya berhenti beroperasi di tengah pandemi corona.

"Lesunya pariwisata sejak corona, ada 2 hotel dan satu arena wisata di dalam mal yang berhenti beroperasi dan merumahkan 234 karyawannya tanpa kompensasi," kata Heru, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/4/2020).

Baca juga: Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

Heru mengatakan, salah satu penyebab merosotnya usaha pariwisata, adalah karena adanya kebijakan physical distancing yang diprogramkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Terpaksa ada usaha yang sementara ditutup, terkait kebijakan pemerintah untuk berdiam di rumah dan physical distancing. Sehingga pariwisata menjadi sepi," kata Heru.

Heru berharap adanya kompensasi yang diberikan kepada ratusan pekerja tersebut.

"Akhirnya kita berharap situasi kembali normal. Pandemi corona berakhir, dan pekerja yang dirumahkan bisa kembali dipanggil bekerja namun bukan sebagai pekerja baru," kata Heru.

Baca juga: Ganjar Siapkan Jaring Pengaman Ekonomi Rp 1 Triliun untuk Karyawan Terdampak PHK

Sebelum pandemi corona berakhir, kata dia, kemungkinan ada beberapa perusahaan lain yang menyusul.

"Saat ini kebijakan lain yang diambil beberapa perusahaan adalah membagi sistem kerja dengan shift, untuk menekan upah karena hari kerja efektif berkurang," ungkap Heru.

Sementara itu, hasil monitoring terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan, terlihat hampir seluruh perusahaan telah mematuhi kewajiban penyediaan sarana cuci tangan pakai sabun.

"Penyediaan hand sanitizer dan pemakaian masker sebagian kecil belum memenuhi ketentuan. Ini karena sudah sulit mendapatkan sarana itu," kata Heru.

Tak hanya itu, kata dia, penyemprotan disinfektan di lingkungan tempat kerja juga sudah dilaksanakan.

"Kami sudah menyampaikan kepada perusahaan untuk segera memenuhi. Penerapan protokol kesehatan secara ketat diharapkan dapat berperan memutus penyebaran Covid-19," pungkas Heru.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

Regional
Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Regional
Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Regional
Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Regional
Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Regional
Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Regional
Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X