Pemerintah Diminta Segera Salurkan Dana untuk Warga Terdampak Corona, Begini Usulan Mekanismenya

Kompas.com - 31/03/2020, 10:25 WIB
Anggota DPR Dedi Mulyadi. handoutAnggota DPR Dedi Mulyadi.

BANDUNG, KOMPAS.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah masih memiliki kecukupan anggaran untuk menanggulangi dan mencegah dampak corona. Anggaran dalam postur APBN masih aman untuk membiaya itu.

Caranya adalah dengan melakukan realokasi anggaran di setiap kementerian.

Menurut Dedi, di kementerian masih banyak anggaran belanja rutin pegawai, yang beberapa di antaranya untuk perjalanan dinas, seminar dan kegiatan lain di luar penggajian.

"DPR sepakat tunda perjalanan dinas, seminar, FDG (forum diskusi grup) dan lainnya. Kementerian juga kalau itu disisir jumlahnya besar. Bisa dialokasikan untuk penanggulangan corona," kata Dedi kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Baca juga: Gaji DPR Dipotong 50 Persen untuk Tangani Corona, Dedi Mulyadi: Kami Tak Masalah...

Belum lagi anggaran di belanja modal banyak yang bisa digeser untuk penanganan corona.

Kata Dedi, di setiap kementerian, anggaran yang ditunda tahun depan bisa digeser. Misalnya, anggaran untuk pilkada serentak digeser dahulu untuk penanganan wabah corona.

Selain di pemerintah pusat, lanjut Dedi, anggaran juga bisa didapat dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota hingga desa.

Mekanisme pengambilannya sama dengan pusat. Dana kegiatan yang bisa ditunda, dialokasikan untuk penangan corona.

Begitu juga di desa. Menurut Dedi, pemerintah desa itu memiliki anggaran dari Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. Sebagian dananya bisa dialokasikan untuk menangani dampak corona.

"Di desa, dananya Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar. Itu untuk kebutuhan makan rakyat bisa," kata wakil ketua Komisi IV ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Regional
Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Khofifah: Siswa di Jatim Tetap Belajar di Rumah Meski Masuk Fase New Normal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X