Tragedi Balap Liar Tulungagung, 2 Penonton Tewas Tertabrak, Sorak-sorai Berganti Jeritan Ngeri

Kompas.com - 24/03/2020, 12:09 WIB
Tiga orang tergeletak seusai ditabrak pelaku balap motor liar. (Surya.co.id/ David Yohanes)
Tiga orang tergeletak seusai ditabrak pelaku balap motor liar. (Surya.co.id/ David Yohanes)

KOMPAS.com- Balap liar yang terjadi di Jalan Pasar Hewan Baru, Area Persawahan Bengkok Kas Kelurahan Kepatihan, Tulungagung berubah menjadi tragedi, Minggu (22/3/2020).

Dua penonton meninggal dunia lantaran tertabrak kendaraan balapan. Sedangkan satu orang lainnya dalam kondisi kritis.

Polisi saat ini telah menangkap dan memeriksa DA, joki balap liar asal Blitar yang menewaskan dua penonton.

Baca juga: Razia Balap Liar di Ambon, 14 Motor Disita Polisi dalam Seminggu

Kronologi

Ilustrasi balap liarKOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Ilustrasi balap liar
Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Tulungagung Iptu Diyon Fitrianto mengemukakan, peristiwa itu terjadi di Jalan Pasar Hewan, area persawahan Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (22/3/2020).

Sejumlah pemuda melakukan balap liar di kawasan itu.

Aksi balap liar tersebut menjadi tontonan orang-orang yang mayoritas merupakan remaja.

Awalnya dua motor berjenis Honda Tiger melaju kencang dari arah timur.

Saat beradu kecepatan, terdengar dua motor ini meraung-raung diikuti sorak-sorai penonton balapan.

Namun sesaat kemudian, motor yang melaju ke arah barat itu terjatuh.

Diduga saat melaju dengan kecepatan tinggi, DA tak bisa mengendalikan sepeda motornya

Motor pun keluar badan jalan dan menabrak penonton di pinggir jalan.

Sorak-sorai pun berganti jeritan ngeri.

Baca juga: Biar Kapok, 9 Motor yang Dipakai Balap Liar Ini Disita Polisi

Dua tewas

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi
Dalam video rekaman seorang penonton terlihat sesaat setelah terjadi tabrakan, tiga remaja terkapar di rerumputan.

Diyon membenarkan ada korban tewas dalam kejadian itu.

"Motornya oleng dan berbelok ke kiri, ke arah penonton yang ada di pinggir jalan. Dua meninggal, satu luka berat dan satu lagi luka ringan," katanya dilansir Surya.co.id.

Dua orang yang meninggal dunia tersebut adalah Galih (14) warga Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru.

Kemudian Agil (15), warga Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru.

Satu orang warga bernama Iqbal (15) mengalami luka parah di kepala dan dirawat di IGD RSUD dr Iskak Tulungagung.

Baca juga: Wagub Sumbar Jengkel, Ada Balap Liar di Depan Rumah Dinasnya

Ditangkap, diperiksa

Ilustrasi tersangka ditahan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tersangka ditahan.
Diyon mengemukakan, anggotanya telah menangkap joki balap liar tersebut setelah sebelumnya pelaku sempat bersembunyi.

Polisi menangkap DA pada Minggu (23/3/2020) malam. Polisi juga menyita sepeda motor Honda Tiger yang dipakainya saat balapan.

"Dia kami tangkap di rumahnya tanpa perlawanan," kata Diyon.

Saat ini status DA yang masih di bawah umur masih sebagai terperiksa.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sosok Joki Balap Liar di Tulungagung yang Tewaskan 2 ABG, Inilah Fakta Baru dan Kronologi Lengkap



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X