Kompas.com - 12/03/2020, 06:36 WIB
Kondisi perumahan Green Citayam City (GCC) di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020), jelang eksekusi lahan sengketa itu tampak sejumlah rumah tidak berpenghuni KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANKondisi perumahan Green Citayam City (GCC) di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020), jelang eksekusi lahan sengketa itu tampak sejumlah rumah tidak berpenghuni

Adapun syaratnya harus merupakan konsumen GCC yang sudah akad kredit.

Sebab, kata dia, warga membeli rumah tersebut dari berbagai jalur seperti melalui kredit bank, lewat kontraktor dalam hal ini pengembang serta jual beli langsung antar konsumen.

"Iya akan kami tawarkan dengan diskon sekalian membicarakan opsi-opsi bagi konsumen yang telah terlanjur membeli ini," paparnya

Eksekusi lahan GCC tersebut menjadi langkah yang paling memungkinkan karena pihak-pihak yang dinyatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum tidak kunjung mematuhi perintah pengadilan.

Sementara itu, kisruh pembangunan ribuan rumah bersubsidi di perumahan GCC ini membuat pihak PT Green Construction City selaku pengembang mengalami kerugian akibat konflik dengan PT Tjitajam.

Pengembang rugi

Direktur sekaligus pemilik PT Green Construction City, Ahmad Hidayat Assegaf mengklaim, pihaknya memiliki sertifikat hasil pembelian tanah seluas 50 hektare dari lelang Bank Century pada 2003.

Ia juga membantah adanya penyerobotan lahan yang diperuntukan untuk perumahan bersubsidi tersebut.

Tiga tahun lalu pihaknya membeli tanah dari PT Bahana Wirya Raya, hasil pelelangan Bank Century dengan harga Rp 85 miliar.

Pihaknya juga membeli tanah dari PT Tjitajam Rp 147 miliar.

Baca juga: Ratusan Korban Penipuan Perumahan Syariah di Bogor Tuntut Pengembalian Uang

Karena tidak ingin memperpanjang konflik, Ahmad selaku dirut GCC ini membayarkan uang dengan sertifikat kepemilikan dari dua belah pihak hasil kesepatan damai antara PT Tjitajam dengan PT Bahana.

"Bahana menjaminkan tanah itu ke Century kemudian mereka tidak mampu bayar. Nah, yang PT Tjitajam ini dualisme antara kubu Ponten Cahja Surbakti dan kubu Rotendi tetapi dua-duanya saya beli," katanya.

"Yang kisruh mereka, tetapi saya yang rugi. Konsumen dan calon pembeli banyak yang cemas, dan ada yang sudah booking tapi tiba-tiba membatalkan. Saya sudah rugi material dan rugi immaterial," sambung dia.

Terakhir, tambah dia, sampai saat ini pihaknya merupakan pemilik sah lahan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.