Puskesmas di Semarang Alami Kelangkaan Vaksin Polio Sejak 3 Bulan

Kompas.com - 11/03/2020, 14:08 WIB
Ilustrasi Vaksin Polio di AS CBCNEWSIlustrasi Vaksin Polio di AS

SEMARANG, KOMPAS.com - Vaksin polio untuk imunisasi bayi mengalami kelangkaan di sejumlah puskesmas di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sejak tiga bulan terakhir, petugas medis puskesmas mengaku stok persedian vaksin masih kosong karena menunggu pengiriman dari pemerintah pusat.

Hal ini berimbas pada bayi-bayi yang tertunda pemberian imunisasi lantaran harus menunggu cukup lama.

Baca juga: Balita 4 Tahun Digigit Anjing Tetangga, Orangtua Takut Biaya Vaksin

Petugas Promkes Puskesmas Kedungmundu, Yekrita Sihotang mengatakan, pihaknya tidak lagi mendapat kiriman vaksin polio jenis IPV sejak Januari 2020 lalu.

Menurutnya, kelangkaan ini hampir terjadi di semua daerah di Jawa Tengah karena harus menunggu kiriman dari pusat.

"Itu sekitar Januari IPV di tempat kami sudah kosong. Kondisinya setahu saya malah sudah terjadi di semua daerah di Jateng," katanya di Semarang, Rabu (11/3/2020).

Hal senada dikatakan Petugas Puskesmas Bandarharjo, Semarang Utara, Firman.

Dia mengaku, kelangkaan vaksin polio berakibat bayi harus menunggu lama diimunisasi karena stok masih kosong.

"Sekarang stok obatnya IPV lagi kosong. Banyak ibu-ibu kecewa. Karena memang dari pusat belum mendistribusikan ke daerah termasuk Semarang," jelasnya.

Baca juga: Wapres Maruf Amin: Isu Kehalalan Vaksin Sebabkan Angka Imunisasi Turun

Firman mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak atas tersendatnya vaksin IPV tersebut.

"Sudah dipastikan ke Dinkes Semarang bilangnya belum dapat kiriman dari pusat," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan subsidi silang dari puskesmas yang memiliki persediaan vaksin.

"Kita belum tahu sampai kapan kondisinya terjadi. Karena belum dikirim dari Kemenkes. Saat ini kita berlakukan subsidi silang," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X