Polisi: STNK Palsu Beredar di Cianjur, Sepintas Sulit Dibedakan dengan STNK Asli

Kompas.com - 06/03/2020, 11:21 WIB
Sejumlah STNK asli tapi palsu yang diamankan polisi dari jangan sindikat pemalsuan STNK dan notice pajak. Lima pelaku yang terlibat dalam jaringan kejahatan ini telah diamankan dan dijadikan tersangka KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSejumlah STNK asli tapi palsu yang diamankan polisi dari jangan sindikat pemalsuan STNK dan notice pajak. Lima pelaku yang terlibat dalam jaringan kejahatan ini telah diamankan dan dijadikan tersangka

CIANJUR, KOMPAS.com – Belasan lembar STNK dan notice pajak aspal (asli tapi palsu) berhasil diamankan polisi dari tangan sindikat pemalsu STNK di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, beroperasi sejak 2016, jaringan sindikat ini telah memproduksi ratusan STNK aspal atau dikenal dengan istilah STNK batikan.

“Untuk satu STNK yang dibuat dihargai Rp 2 juta. Sepintas sulit membedakan mana STNK yang asli dan yang palsu ini,” kata Juang kepada Kompas.com di halaman Mapolres Cianjur, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Begini Cara Polisi Bongkar Sindikat Pemalsu STNK di Cianjur

Pasalnya, STNK yang dipalsukan tersebut berasal dari lembar STNK asli yang sudah “mati” atau tidak dipajakkan 4-6 tahun.

Selain itu, plastik hologram yang digunakan juga ditenggarai asli.

"Kalau tidak punya database, dan kalau di lapangan dilihat secara sepintas oleh petugas, sulit membedakannya (STNK asli dan palsu)," ujar dia.

Baca juga: Polisi Ungkap Jaringan Sindikat Pemalsuan STNK di Cianjur

 

Diduga ada oknum polisi atau leasing yang terlibat

Polisi memerlihatkan STNK asli tapi palsu yang diproduksi sindikat pemalsu STNK yang berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020). Lima orang telah ditahan dan dijadikan tersangka.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Polisi memerlihatkan STNK asli tapi palsu yang diproduksi sindikat pemalsu STNK yang berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Cianjur, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020). Lima orang telah ditahan dan dijadikan tersangka.
Dikatakan, penyidik masih intensif memeriksa kelima tersangka guna mengungkap kemungkinan ada pihak lain yang ikut terlibat. 

Termasuk dugaan keterlibatan oknum, baik dari aparat (kepolisian) maupun pihak leasing.

“Namun, sejauh ini tidak mengarah ke sana. Kalau terbukti ada, kita tindak sangat tegas,” kata Juang.

Baca juga: Tertangkap Buat SIM dan STNK Palsu, Oknum PNS Samsat Ini Mengaku Untung Rp 700.000

Lebih lanjut dikatakan, pesanan STNK batikan ini tak hanya datang dari Cianjur, namun juga dari luar kota, seperti dari Bandung, Bogor, Sukabumi, Depok dan Jakarta.

"Mereka biasanya pemilik mobil yang tidak punya dokumen kelengkapan kendaraan, lalu memesan kepada sindikat ini agar dibuatkan STNK. Karena itulah, ada beberapa mobil yang turut kita sita dan amankan karena bodong," ujar dia.

Baca juga: Polisi Ungkap Pembuatan STNK Palsu Kendaraan Curian

 

Lima orang diamankan

Lima tersangka yang terlibat dalam sindikat pemalsuan STNK di Cianjur, Jawa Barat diamankan polisiKOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Lima tersangka yang terlibat dalam sindikat pemalsuan STNK di Cianjur, Jawa Barat diamankan polisi
Sebelumnya diberitakan, polisi mengamankan lima orang tersangka yang terlibat dalam sindikat pembuatan STNK palsu.

Dari tangan mereka berhasil diamankan sejumlah barang bukti. 

Baca juga: Sindikat Pembuat STNK Palsu Dibongkar

Di antaranya tujuh unit kendaraan roda empat berbagai merek, belasan lembar STNK aspal, 7 lembar kertas hologram, sebuah laptop berikut printer, dan lainnya.

Para tersangka dijerat Pasal 263 KUHPidana ayat 2 tentang pemalsuan surat dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.

Baca juga: Kakak-Beradik Pemalsu STNK Belajar Secara Otodidak



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

KA Pandanwangi Beroperasi Lagi, Penumpang Tak Perlu Rapid Test

Regional
Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Tas Berisi Dana Desa Dicuri di Tempat Penitipan Toko, Uang Rp 161 Juta Raib

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Agustus 2020

Regional
5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Alami Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Alami Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X