Sindikat Pembuat STNK Palsu Dibongkar

Kompas.com - 14/03/2016, 22:28 WIB
Pelaku dan barang bukti STNK yang diduga palsu KOMPAS.com/ Humas Polda NTBPelaku dan barang bukti STNK yang diduga palsu
|
EditorErlangga Djumena
MATARAM, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) membongkar sindikat pembuat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan notice (lembar) pajak palsu.

"Ada 87 notice palsu dan 21 STNK palsu. Ini dari notice kendaraan roda dua dan notice kendaraan roda empat yang diduga dipalsukan," Kata Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda NTB AKBP Kholilur Rochman dalam keterangan pers kepada wartawan, Senin (14/3/2016).

Selain menyita barang bukti, polisi juga mengamankan empat tersangka diantaranya RD alias Adi, SH alias Sahur, KM alias Azis dan IGP.

Ia menjelaskan, kasus ini merupakan pengembangan dari laporan serupa di Polres Bima. Dari laporan tersebut, pihaknya lalu melakukan transaksi di Kota Mataram dan menemukan dua STNK serta TNKB (plat nomor) yang diduga palsu.

Barang bukti tersebut diamankan dari tangan Azis yang saat itu bersama dengan Sahur dan IGP. Kepada polisi mereka mengaku mendapatkan STNK palsu dari Adi dan Met.

Petugas lalu menggeledah rumah Met di Turide, Kota Mataram. Di rumah Met, polisi menemukan STNK palsu serta alat cetak berupa mesin printer dan laptop. Selain itu, polisi juga menemukan beberapa stempel palsu direktorat lalu lintas yang diduga digunakan pelaku untuk membuat STNK dan lembar pajakpalsu.

"Kita temukan di TKP (komputer) dalam keadaan masih hidup, artinya masih beberapa saat (lalu) melakukan pencetakan," ungkapnya.

Hasil penyelidikan sementara, para tersangka mengaku sudah melakukan aksinya selama dua tahun. Akibat perbuatan pelaku, kerugian negara mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Ia menjelaskan, dalam melakukan aksinya pelaku menerima pesanan STNK dan notice pajak palsu melalui telepon. Pemesan, cukup memberikan nomor rangka, nomor mesin, jenis kendaraan dan warna kendaraan.

Sementara untuk nomor TNKB, yang menyusun adalah tersangka yang saat ini sudah diamankan di Polda NTB.

"Kami masih telusuri apakah itu (dipakai untuk) mobil-mobil curian atau mobil-mobil leasing, kami masih menelusuri itu," kata Kholilur.

Para tersangka diduga sindikat antar provinsi yang beroperasi di wilayah Bali, NTB dan NTT. Sebab selain plat nomor DR untuk wilayah Lombok juga ada plat untuk wilayah Bali dan plat untuk wilayah NTT.

"Mereka ini adalah sindikat antar provinsi dari Bali, Nusa Tenggara Barat sampai Nusa Tenggara Timur," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Cara Pengelola Dusun Semilir Urai Kerumunan agar Tak Lagi Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Puskesmas Teja Ditutup Setelah Tiga Tenaga Medis Positif Covid-19

Regional
Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Direktur RSUD Soekarno Ungkap Penyebab Banyak Dokter Meninggal Saat Pandemi

Regional
Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Wali Kota Malang dan Keluarganya Membaik, Sekda Masih Dirawat

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Gunakan Hak Pilih di Pilkada, Begini Mekanismenya...

Regional
Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Pengemudi Speedboat yang Tabrakan Hilang Tenggelam

Regional
Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Ruang Isolasi Darurat Covid-19 di Purbalingga Terendam Air, 36 Pasien Dipindah

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X