Penanam Ganja Hidroponik di Surabaya, Belajar dari Internet dan Dapat Bibit dari Penjara

Kompas.com - 05/03/2020, 09:27 WIB
Tanaman ganja yang dikembangkan dengan metode hidroponik oleh pria penjual kucing di Surabaya KOMPAS.COM/A. FAIZALTanaman ganja yang dikembangkan dengan metode hidroponik oleh pria penjual kucing di Surabaya

Asal Bibit Ganja

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Cornelis M Simanjuntak mengatakan, bibit yang ditanam itu berasal dari biji dari paket ganja yang dibeli Fino dari kawannya.

Paket ganja itu dibeli dari kawannya yang mendekam di salah satu lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur.

"Dari paket itu ada biji-biji bibit daun ganja yang lalu ditanam oleh pemilik tanaman ganja ini," kata Cornelis.

Biji itu diletakkan di kapas dan rutin disiram air. Benih itu dipindahkan ke pot kecil ketika berusia tiga minggu.

Setelah mencapai ketinggian 25 centimeter, tanaman itu dipindahkan ke pot yang lebih besar agar tumbuh hingga 40 centimeter.

Kini, pemilik beserta 27 pot tanaman ganja itu telah digelandang ke Mapolda Jatim.

Penjual hewan peliharaan itu dijerat Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Baca juga: Virus Corona Masuk Jakarta, Pemprov Jangan Gengsi Batalkan Formula E

Dalam pasal tersebut dijelaskan, setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BCA Digugat Nasabah karena Deposito Rp 5,4 M Tak Cair

Penjelasan BCA Digugat Nasabah karena Deposito Rp 5,4 M Tak Cair

Regional
Pilkada Mojokerto, Pasangan 'Yoni' Janjikan Bantuan Modal Rp 50 Juta hingga Kemudahan Berinvestasi

Pilkada Mojokerto, Pasangan "Yoni" Janjikan Bantuan Modal Rp 50 Juta hingga Kemudahan Berinvestasi

Regional
Tidak Dibela Saat Dihajar Kakak Ipar, Perempuan Ini Pukul Ibu Kandung di Pinggir Jalan

Tidak Dibela Saat Dihajar Kakak Ipar, Perempuan Ini Pukul Ibu Kandung di Pinggir Jalan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 26 Oktober 2020

Regional
Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Layang Kelok 9 Diduga Bunuh Diri

Pemuda yang Jatuh dari Jembatan Layang Kelok 9 Diduga Bunuh Diri

Regional
Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Siswa Tak Boleh Cium Tangan Guru

Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin, Siswa Tak Boleh Cium Tangan Guru

Regional
Perempuan yang Pukul Lansia Dalam Video yang Viral Ternyata Ibu dan Anak

Perempuan yang Pukul Lansia Dalam Video yang Viral Ternyata Ibu dan Anak

Regional
Pelaku Pembunuhan Perempuan Pekerja Kafe di Berau Ditangkap di Kalteng

Pelaku Pembunuhan Perempuan Pekerja Kafe di Berau Ditangkap di Kalteng

Regional
Warga yang Keluar dan Masuk ke Riau Wajib Punya Hasil Rapid Test

Warga yang Keluar dan Masuk ke Riau Wajib Punya Hasil Rapid Test

Regional
Ini Program Pasangan 'Ikbar' di Pilkada Mojokerto, dari Bantuan Desa Rp 5 M hingga Insentif untuk Guru

Ini Program Pasangan "Ikbar" di Pilkada Mojokerto, dari Bantuan Desa Rp 5 M hingga Insentif untuk Guru

Regional
Perempuan Ini Suruh Keponakannya yang Masih SD Antar Sabu, Tak Diberi Jajan jika Menolak

Perempuan Ini Suruh Keponakannya yang Masih SD Antar Sabu, Tak Diberi Jajan jika Menolak

Regional
Edy Rahmayadi Ingin Ubah Belawan seperti Tanjung Perak

Edy Rahmayadi Ingin Ubah Belawan seperti Tanjung Perak

Regional
BCA Digugat Nasabah di Surabaya, Deposito Rp 5,4 Miliar Diklaim Tak Dapat Dicairkan

BCA Digugat Nasabah di Surabaya, Deposito Rp 5,4 Miliar Diklaim Tak Dapat Dicairkan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Oktober 2020

Regional
Ada Pedagang Positif Corona, Pasar Harjodaksino Solo Kembali Ditutup

Ada Pedagang Positif Corona, Pasar Harjodaksino Solo Kembali Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X