Fakta Video Wali Murid Mengamuk di Pesantren, Pukul Guru karena Anak Tak Boleh Ikut Ujian

Kompas.com - 05/03/2020, 08:58 WIB
Sejumlah santri dan santriwati Pondok Pesantren Al Mujtahadah Pekanbaru, Riau, melakukan kegiatan pasca viral di media sosial wali murid mengamuk karena tidak terima anaknya dikeluarkan, Rabu (4/3/2020). KOMPAS.COM/IDONSejumlah santri dan santriwati Pondok Pesantren Al Mujtahadah Pekanbaru, Riau, melakukan kegiatan pasca viral di media sosial wali murid mengamuk karena tidak terima anaknya dikeluarkan, Rabu (4/3/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebuah video yang merekam wali murid memarahi guru pesantren viral di media sosial.

Di video tersebut terlihat soerang guru yang tertunduk dan diam saat seorang pria marah dengan nada bicara tinggi.

Dari penelusuran Kompas.com, video tersebut ternyata diambil di Pondok Pesantren Al Mujtahadah di Jalan Handayani, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

Ponpes tersebut di bawah asuhan Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Akhmad Mujahidin.

Baca juga: Duduk Perkara Wali Murid Mengamuk di Pesantren karena Anaknya Dikeluarkan, Berawal dari Santri yang Sulit Dibina

Ustad Riko Riusdi, pembina santri pesantren tersebut bercerita jika video tersebut diambil pada 27 Februari 2020 sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu ada enam wali murid datang ke pesantren membawa pengacara dan media. Mereka meminta agar anaknya yang telah dikeluarkan tetap bisa mengikuti ujian.

Salah satu wali santri berinsial BR bahkan membentak sejumah pengurus dan guru pesantren. BR kemudian memukul Ustad Riko dan mengenai dahinya.

"Wali santri itu mengancam membunuh saya. Saya juga sempat dipukul sama bapak itu mengenai dahi saya," jelas Riko pada Kompas.com, Rabu (4/3/2020).

Baca juga: Wali Murid Mengamuk karena Anaknya Dikeluarkan, Ini Penjelasan Pesantren

Pada saat dibentak dan diancam dipukul oleh wali murid, Riko mengaku hanya bisa bersabar.

"Saya tidak melawan. Saya hanya istighfar digitukan. Kemudian membaca ayat-ayat Al Quran. Karena saya melihat bapak itu sangat emosi. Kalau saya lawan, maka dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Riko

Sementara itu Joko, Instruktur Otomotof di Balai Latihan Kerja (BLK) pesantren tersebut melihat wali murid datang dengan marah.

Mereka bahkan sempat melempar pagar menggunakan batu.

"Saya lihat waktu itu kejadian. Mereka datang ke sini lempar pagar pakai batu. Tapi cuma dua orang yang mengamuk. Salah satu wali murid itu juga memukul ustadz Riko," kata Joko pada Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Viral Sejumlah Wali Murid Mengamuk di Pesantren, Tak Terima Anaknya Dikeluarkan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma bahkan Lebih

Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma bahkan Lebih

Regional
Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Regional
Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Regional
Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Regional
Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Regional
Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Regional
Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Regional
Jadi Wali Kota Medan, Bobby Nasution: Kita Buang Semua Ego agar Dapat Berkolaborasi

Jadi Wali Kota Medan, Bobby Nasution: Kita Buang Semua Ego agar Dapat Berkolaborasi

Regional
Usai Dilantik Jadi Bupati, Mukti Agung Wibowo: Gaji Saya untuk Warga Pemalang

Usai Dilantik Jadi Bupati, Mukti Agung Wibowo: Gaji Saya untuk Warga Pemalang

Regional
Bupati Jember Hendy Siswanto: Target Kami, Maret APBD 2021 Rampung

Bupati Jember Hendy Siswanto: Target Kami, Maret APBD 2021 Rampung

Regional
Protes Wakil Bupati OKU Diborgol Saat Keluar Rutan untuk Dilantik, Kuasa Hukum: Buat Apa, Kan Bukan Mau Kabur

Protes Wakil Bupati OKU Diborgol Saat Keluar Rutan untuk Dilantik, Kuasa Hukum: Buat Apa, Kan Bukan Mau Kabur

Regional
Usai Pelantikan, Banyak Pekerjaan yang Harus Diselesaikan Bupati dan Wabup Jember

Usai Pelantikan, Banyak Pekerjaan yang Harus Diselesaikan Bupati dan Wabup Jember

Regional
Pernah Dirampok, Kakek yang Punya Berkarung-karung Uang Menggembok Rumahnya Pakai 4 Kunci

Pernah Dirampok, Kakek yang Punya Berkarung-karung Uang Menggembok Rumahnya Pakai 4 Kunci

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X