Kompas.com - 01/03/2020, 14:40 WIB
Delegasi BDF IX berkunjung ke Pondok Pesantren Bali Bina Insani, Tabanan, Kamis(9/12/2016) KOMPAS.com/SRI LESTARIDelegasi BDF IX berkunjung ke Pondok Pesantren Bali Bina Insani, Tabanan, Kamis(9/12/2016)

Yuli mengatakan, sejak berdiri sekitar tahun 1991, Ponpes ini diterima baik oleh masyarakat setempat. Tak pernah ada sekalipun konflik atau penolakan dari masyarakat sekitar.

Sementara itu, Ni Made Suardani, salah satu guru beragama Hindu di Ponpes ini mengatakan selama mengajar tak pernah merasa dibedakan.

Kepada para siswanya, ia memang selalu mengajarkan untuk saling menghormati meski berbeda keyakinan.

"Toleransi yang kita ajarkan selama ini langsung dengan praktik bahwa kita walau berbeda agama tetap saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain," katanya Minggu (1/3/2020) siang.

Baca juga: Potret Toleransi di Jember, 8 Agama Ikut Hadir dalam Perayaan Imlek

Para santri di Ponpes ini menurutnya juga tak pernah membeda-bedakan antara guru Muslim dan Hindu.

"Bila bertemu baik di sekolah maupun di luar mereka selalu bersalaman dan mencium tangan kami," katanya.

Pendiri Pondok Pesantren Bali Bina Insani Tabanan, Ketut Imaduddin Djamal mengatakan sebagai putra asli Bali. D

ia mengaku sangat paham bagaimana budaya dan adat istiadat di Bali. Maka, ia ingin para santri di Ponpesnya menghargai dan kenal dengan budaya Bali. Sebab mereka hidup dan tinggal di Bali.

Menurutnya, perbedaan itu memang ada di dunia ini. Namun, bukan untuk dijadikan alasan bermusuhan atau perpecahan. Jadi kepada para santri sangat ditanamkan nilai untuk menghargai perbedaan.

"Di Islam juga kan diajarkan, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat sesama tanpa melihat ideologi, etnis, geografis, dan agama. Kita disuruh berbuat baik saja. Kalau kamu beebuat baik, maka kebaikan itu akan kembali pada kamu," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X