Mobil Mertua Pura-pura Dijual untuk Ajukan Kredit, PNS Ini Dihukum Penjara

Kompas.com - 28/02/2020, 09:55 WIB
DIVONIS—Terdakwa Tuminem rekan terdakwa Anita Agung Setianto, seorang PNS Polres Magetan berdiri setelah mendengar vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Madiun. Agung dan Tuminem divonis bersalah melakukan kejahatan jaminan fidusia dengan modus merakayasa kredit pembiayaan mobil. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIDIVONIS—Terdakwa Tuminem rekan terdakwa Anita Agung Setianto, seorang PNS Polres Magetan berdiri setelah mendengar vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Madiun. Agung dan Tuminem divonis bersalah melakukan kejahatan jaminan fidusia dengan modus merakayasa kredit pembiayaan mobil.

MADIUN, KOMPAS.com - Majelis Pengadilan Negeri Madiun, Jawa Timur, memvonis bersalah Anita Agung Setianto (39) warga Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Kamis (27/2/2020).

Agung terbukti melakukan tindak pidana kejahatan jaminan fidusia dengan modus penipuan kredit untuk pembiayaan pembelian mobil di BCA Finance Kota Madiun.

Agung yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS0 di Polres Magetan itu diganjar hukuman 1 tahun dan 3 bulan penjara.

Baca juga: Perayaan Ulang Tahun Unik Siswa SD Putra Wakil Wali Kota Madiun

Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Wuryanti didampingi dua anggotanya Catur Bayu Sulistiyo dan Hastuti di Pengadilan Negeri Kota Madiun, Kamis.

Dalam amar putusan hakim, Agung bersama rekannya Tuminem terbukti bersalah melanggar Pasal 35 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

“Dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 35 Undang-Undang No 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Oleh karena itu, terdakwa Agung dijatuhi hukuman 1 tahun dan 3 bulan penjara,” ujar Wuryanti.

Sementara itu, Tuminem (56) yang bekerja sebagai perias di salon itu dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta.

Baca juga: Penundaan Umrah 3 Jam Jelang Keberangkatan, Ini Respons Jemaah

Tuminem terbukti membantu Agung melakukan kejahatan dengan modus berpura-pura membeli mobil untuk mengajukan pinjaman kredit di BCA Finance Cabang Madiun.

Dari kejahatannya itu, Tuminem mendapatkan jatah dari Agung sebesar Rp 19 juta.

Humas PN Madiun Catur Bayu Sulistiyo yang juga menjadi anggota majelis hakim menjelaskan, kasus itu bermula saat Agung mengajak Tuminem untuk mengajukan kredit pembiayaan pembelian mobil di BCA Finance Kota Madiun pada 22 Desember 2017 lalu.

Dua terdakwa berpura-pura membeli mobil di showroom Rajasa Motor di Kota Magetan.

Agung menitipkan mobil Honda Jazz milik mertuanya di Rajasa Motor. Kemudian, Tuminem mengajukan kredit pembelian mobil ke BCA Finance.

"Untuk membeli mobil, Tuminem harus membelinya di showroom mobil yang sudah menjadi mitra BCA Finance. Kebetulan, Agung mendapatkan showroom-nya lalu Tuminem pura-pura membeli mobil mertuanya terdakwa Agung,” kata Catur.

Padahal, mobil itu hanya dititipkan terdakwa Agung di showroom untuk pura-pura dijual.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X