Pura-pura Jual Mobil Mertua untuk Ajukan Kredit, PNS Magetan Dibui

Kompas.com - 27/02/2020, 18:17 WIB
DIVONIS—Terdakwa Tuminem rekan terdakwa Anita Agung Setianto, seorang PNS Polres Magetan berdiri setelah mendengar vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Madiun. Agung dan Tuminem divonis bersalah melakukan kejahatan jaminan fidusia dengan modus merakayasa kredit pembiayaan mobil. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIDIVONIS—Terdakwa Tuminem rekan terdakwa Anita Agung Setianto, seorang PNS Polres Magetan berdiri setelah mendengar vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Madiun. Agung dan Tuminem divonis bersalah melakukan kejahatan jaminan fidusia dengan modus merakayasa kredit pembiayaan mobil.

MADIUN, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri (PN) Madiun memvonis bersalah Anita Agung Setianto (39) karena terbukti melakukan tindak pidana kejahatan jaminan fidusia dengan modus berpura-pura kredit untuk pembiayaan pembelian mobil melalui salah satu perusahaan finance.

Agung yang bekerja sebagai PNS Polres Magetan itu diganjar penjara satu tahun tiga bulan pada Kamis (27/2/2020).

Vonis itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Wuryanti didampingi dua anggotanya Catur Bayu Sulistiyo dan Hastuti.

Dalam amar putusan, Agung bersama rekannya Tuminem terbukti bersalah melanggar Pasal 35 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

“Dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 35 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Oleh karena itu terdakwa Agung dijatuhi hukuman satu tahun tiga bulan penjara,” ujar Wuryanti.

Baca juga: Guru Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor Tolak Penangguhan Penahanan

Tak hanya menjatuhkan vonis pada terdakwa Agung, majelis hakim PN Madiun juga memvonis bersalah rekannya, Tuminem (56). Ibu rumah tangga yang kesehariannya bekerja sebagai perias di salon itu dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 10 juta.

Tuminem terbukti membantu Agung melakukan kejahatan tindak pidana jaminan fidusia dengan modus berpura-pura kredit pembiayaan pembelian mobil milik mertua terdakwa Agung. Dari kejahatannya itu, Tuminem mendapatkan jatah sebesar Rp 19 juta dari Agung.

Sementara itu Humas PN Madiun, Catur Bayu Sulistiyo yang juga menjadi anggota majelis hakim menjelaskan, kasus itu bermula saat Agung mengajak Tuminem berpura-pura mengajukan kredit pembiayaan pembelian mobil di BCA Finance Kota Madiun pada 22 Desember 2017.

Dua terdakwa itu berpura-pura membeli karena mobil itu milik mertua Agung yang sebenarnya tak dijual atau dikreditkan.

Modusnya, Agung menitipkan mobil milik mertuanya itu untuk pura-pura dijual di Rajasa Motor yang berada di Kota Magetan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Regional
Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Regional
Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Regional
Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat 'Live' Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat "Live" Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Regional
Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Regional
Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Regional
Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Regional
Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Regional
Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Regional
Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Regional
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X