Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 27/02/2020, 09:03 WIB
Syarifudin,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

 BIMA, KOMPAS.com - Polisi tak butuh waktu lama untuk mengungkap kasus penemuan bayi di selokan di sekitar Pasar Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (26/2/2020).

Terduga pelaku pembuangan tak lain adalah sepasang kekasih yang merupakan orangtua  bayi yang dibuang tersebut.

Sepasang kekasih ini merupakan karyawan di salah satu toko di Kecamatan Sape.

Baca juga: Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Awalnya Ditangkap karena Judi Online

Kepala Sub Bagian Humas Polres Bima Kota AKP Hasnun mengatakan, kedua pelaku ditangkap setelah polisi mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa saksi-saksi.

Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku akhirnya berhasil diamankan di sebuah toko tempat mereka bekerja.

"Pelaku ditangkap beberapa jam pasca bayi itu ditemukan. Pelaku diamankan tim gabungan di sebuah toko di Kecamatan Sape. Kedua pelaku ini merupakan pasangan kekasih," ujar Hasnun.

Pasangan kekasih itu adalah seorang perempuan berinisial MD (24) dan laki-laki berinisial AW  (28).

Baca juga: Seorang Remaja Perempuan Tendang Kepala Ibunya karena Alasan Sepele

Keduanya merupakan warga Kabupaten Sumba, Nusa Tenggara Timur, yang berdomisili di Bima.

Hasnun menjelaskan, MD yang bekerja sebagai karyawan toko ini telah menjalani pemeriksaan medis di ruang bersalin Puskesmas Sape.

"Dari hasil pemeriksaan medis, MD mengarah kepada tanda-tanda baru melahirkan," tutur Hasnun.

Setelah menjalani pemeriksaan, MD dan SW langsung dibawa ke Polsek Sape untuk diamankan.

Baca juga: 77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

Hasnun belum menyebutkan alasan pelaku membuang bayi yang baru lahir itu di selokan, karena kedua pelaku masih dalam proses penyelidikan.

"Motifnya masih diselidiki. Sampai sekarang pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Sape," ucap Hasnun.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com