Wakil Wali Kota Tasikmalaya Kaget Ratusan Kendaraan Dinas Menunggak Pajak, Janjikan Segera Bayar

Kompas.com - 21/02/2020, 14:25 WIB
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, saat bersama Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, saat bersama Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, mengaku kaget mendapatkan informasi bahwa sebanyak 437 kendaraan dinas milik Pemkot Tasikmalaya menunggak pajak selama ini.

Dirinya pun akan segera mengecek dan memanggil instansi terkait untuk segera menyelesaikan tunggakan itu secepatnya.

"Saya mau cek dulu, saya akan undang pihak aset pemkot. Saya perintahkan mereka segera bayar dan selesaikan semuanya," jelas Yusuf kepada wartawan di Kantor Kejari Tasikmalaya, Jumat (21/2/2020).

Baca juga: Pasca-Kasus Sunda Empire, Warga Sunda Tasikmalaya Berkumpul di Galunggung

Yusuf menyebut belum mengetahui pasti penyebab ratusan tunggakan pajak kendaraan dinas berplat merah di wilayahnya itu.

Dirinya baru mengetahui informasi tersebut dari para wartawan yang meminta klarifikasi terkait tunggakan pajak motor dan mobil dinas.

"Saya belum tahu, baru tahu dari kalian, saya akan segera cek masalah ini," tambah Yusuf.

Baca juga: 437 Kendaraan Dinas Pemkot Tasikmalaya Nunggak Pajak, Tim Gabungan Razia di Jalan

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Sekwan DPRD Batam Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Anggaran Konsumsi

Regional
Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Klaster Perkantoran Merebak, Gubernur Gorontalo Wajibkan Semua Pejabat Rapid Test

Regional
Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Sejumlah Bangunan Cagar Budaya di Kota Malang Didigitalisasi

Regional
Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Marah Tak Diberi Uang, Pria Bertato Aniaya Ayah Kandung dengan Kursi Plastik

Regional
Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Soal Sekolah, Kepala BNPB Ingatkan Belum Ada Zona Hijau di Jabar

Regional
Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Catat, Ini 6 Tempat Lokasi Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Bandung

Regional
Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Cerita Pilu Dua Balita Tewas Ditangan Ayah Kandung di Flores...

Regional
Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Menpora: Kesiapan Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tak Diragukan

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Lawan Gibran-Teguh, PSI: Kami Masih Istiqomah dengan Mas Gibran

Regional
Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Tewas di Pinggir Jalan dengan Mulut Berbusa, Bocah Berseragam SD Ini Diduga Keracunan Miras

Regional
Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Mari Bantu Nadine, Bayi yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

Regional
Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Ini 10 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah di Surabaya

Regional
Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Bengawan Solo Masih Tercemar, Ganjar Tagih Janji Perusahaan Tak Buang Limbah ke Sungai

Regional
Tak Mampu Biayai Hidup, Andreas Rencanakan Pembunuhan 2 Anak Balitanya

Tak Mampu Biayai Hidup, Andreas Rencanakan Pembunuhan 2 Anak Balitanya

Regional
Ditawari Rp 1 Miliar untuk Berkoalisi Lawan Gibran, PSI: Pencapaian Kami Ternyata Ada Harganya

Ditawari Rp 1 Miliar untuk Berkoalisi Lawan Gibran, PSI: Pencapaian Kami Ternyata Ada Harganya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X