Berbahaya, Rencana Pembangunan "Waterboom" di Atas Sesar Lembang Bandung

Kompas.com - 19/02/2020, 06:04 WIB
Sebidang tanah seluas 20 hektare di atas Sesar Lembang di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan dijadikan lokasi wisata baru berupa taman bermain air alias waterboom. KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANASebidang tanah seluas 20 hektare di atas Sesar Lembang di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan dijadikan lokasi wisata baru berupa taman bermain air alias waterboom.

LEMBANG, KOMPAS.com - Sesar Lembang atau Patahan Lembang boleh diakui memiliki pemandangan yang indah.

Tapi di lokasi tersebut tersembunyi potensi bencana yang mengancam, yakni gempa bumi.

Di balik potensi bencana yang mengancam, sebidang tanah seluas 20 hektare di atas Sesar Lembang kawasan Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akan dijadikan lokasi wisata baru berupa taman bermain air alias waterboom.

Baca juga: BMKG: Letusan Tangkuban Parahu Tidak Picu Aktivitas Sesar Lembang

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Pagerwangi Agus Ruhidayat.

"Kalau izin awalnya agrowisata, namanya Noah Park. Cuma tercantum ada permainan anak, saya konfirmasi waterboom itu bagian dari permainan anak," kata Agus, saat dikonfirmasi lewat telepon, Selasa (18/2/2020).

Lebih lanjut Agus menambahkan, wisata waterboom tersebut berdiri di atas tanah milik Pandam Dharmawan dan dikelola oleh PT DAM Utama Sakti.

Ditanya soal perizinan lebih lanjut, Agus mengatakan pihak pengelola menjelaskan bahwa izin wisata di atas Kawasan Bandung Utara (KBU) sudah diperoleh sejak tahun 2017 lalu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Izinnya dikeluarkan kades sebelum saya. Dibangun kapannya saya kurang tahu. Tapi Karena permodalan belum siap, jadi sekarang di lokasi baru penataan saja," tuturnya.

Agus membenarkan bahwa rencana pembangunan waterboom tersebut tepat di atas Sesar Lembang yang memiliki potensi bencana tinggi.

Namun lantaran izin sudah terlanjur keluar, dia hanya bisa memberikan imbauan kepada pengelola agar membuat wisata yang bisa meminimalisasi dampak dari gempa.

"Sesar Lembang itu tanah milik semua, kami enggak bisa menolak karena itu tanah pribadi. Imbauan dari BNPB, dari LIPI, dari  ITB menginformasikan bahwa di jalur Sesar Lembang harus waspada. Masyarakat diimbau membuat banggunan tahan gempa," tuturnya.

Baca juga: BNPB Akan Pasang Papan Informasi Area Rawan Bencana di Sepanjang Sesar Lembang

Agus pun mengklaim tidak ada penolakan dari warga setempat. Bahkan, menurut dia, warga malah menunggu lokasi wisata tersebut segera rampung.

"Warga justru menunggu bisa bekerja di situ," tandasnya.

Wawan, ketua RW 02 Desa Pagerwangi mengatakan, hingga saat ini belum ada sosialisasi kepada warga terkait rencana pembangunan waterboom.

Berbeda dengan pernyataan Kades Pagerwangi, Wawan justru  mengatakan warganya untuk sementara ini menolak kehadiran waterboom di lokasi tersebut.

"Jadi untuk sementara, mulai dari warga maupun pihak RT dan RW menolak rencana pembangunan itu," kata Wawan.

Wawan mengatakan, warganya khawatir akan ada kerusakan alam yang ditimbulkan dari pembangunan wisata tersebut.

Terlebih lagi, waterboom tersebut berada di Kawasan Bandung Utara (KBU) dan masuk kawasan rawan bencana (KRB) Sesar Lembang yang berpotensi menimbulkan gempa besar.

"Warga pasti kena imbas dari pembangunan ini, terlebih belum ada sosialisasi ke warga maupun aparat pemerintah setempat. Padahal lokasinya di KBU dan zona Sesar Lembang," tandasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Regional
Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Regional
Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Regional
Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Regional
Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Regional
Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Regional
Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Regional
Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X