Upacara Militer di Ambon Sambut Jasad Prada Sujono, Korban Heli MI-17

Kompas.com - 18/02/2020, 18:04 WIB
Kedatangan jasad almarhum prada Sujono Kaimudin di Lanud Pattimura Ambon disambut dengan upacara militer, Selasa (18/2/2020) sore. Prada Sujono Kaimudin merupakan satu dari 12 prajurit TNI AD yang menjadi korban kecelakaan Heli MI-17 di Pegunungan Bintang sejak 28 Juni 2019. KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKedatangan jasad almarhum prada Sujono Kaimudin di Lanud Pattimura Ambon disambut dengan upacara militer, Selasa (18/2/2020) sore. Prada Sujono Kaimudin merupakan satu dari 12 prajurit TNI AD yang menjadi korban kecelakaan Heli MI-17 di Pegunungan Bintang sejak 28 Juni 2019.

AMBON, KOMPAS.com - Upacara penghormatan secara militer mewarnai penyambutan jasad Prada Sujono Kaimudin, anggota TNI korban kecelakaan Heli MI-17 TNI di Lanud Pattimura Ambon, Selasa (18/2/2020).

Jasad prajurit Yonif 725/Woroagi Kodam XIV Hassanudin ini diberangkatkan dari Jayapura dan tiba di Lanud Pattimura dengan menggunakan pesawat Boeing-737/AI-7340 milik TNI Angkatan Udara.

Setibanya di Lanud Pattimura, jenazah almarhum langsung disambut upacara militer oleh personel gabungan TNI dan Brimob Polda Maluku.

Baca juga: Seluruh Jenazah TNI Korban Heli MI-17 Diterbangkan ke Kampung Halaman

Upacara militer dipimpin oleh Komandan Kodim 1504 Pulau Ambon, Kolonel Kavaleri Cecep Tendi Sutandi.

“Setelah dari Lanud, jenazah akan diantar menuju Pelabuhan Hunimua selanjutnya ke Pelabuhan Waipirit, nanti akan dijemput Dandim Masohi dan akan dilakukan upacara militer juga sebelum jenazah dipupangkan ke pihak keluarga di Desa Iha Kecamatan Huamual untuk pemakaman,” kata Cecep kepada wartawan usai upacara tersebut.

Baca juga: 12 Jenazah Anggota TNI Korban Heli MI-17 yang Jatuh di Papua Berhasi Diidentifikasi

Sesuai rencana, proses pemakaman almarhum akan dilaksanakan pada Rabu besok di kampung halamannya.

Almarhum mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Pratu Anumerta.

Kedatangan jasad almarhum prada Sujono Kaimudin di Lanud Pattimura Ambon disambut dengan upacara militer, Selasa (18/2/2020) sore. Prada Sujono Kaimudin merupakan satu dari 12 prajurit TNI AD yang menjadi korban kecelakaan Heli MI-17 di Pegunungan Bintang sejak 28 Juni 2019.KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Kedatangan jasad almarhum prada Sujono Kaimudin di Lanud Pattimura Ambon disambut dengan upacara militer, Selasa (18/2/2020) sore. Prada Sujono Kaimudin merupakan satu dari 12 prajurit TNI AD yang menjadi korban kecelakaan Heli MI-17 di Pegunungan Bintang sejak 28 Juni 2019.
Sebelumnya diberitakan, Heli MI-17 milik TNI AD yang membawa 12 orang, hilang kontak di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua sejak 28 Juni 2019.

Baru pada 12 Februari 2020, keberadaan heli tersebut terlihat di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Saat ditemukan, helikopter dalam kondisi hancur.

Baca juga: Senjata Milik Anggota TNI Korban Heli MI-17 Hilang

Pada 14 Februari 2020, tim evakuasi berhasil mendarat di Pegunungan Mandala pada ketinggian 11.000 kaki.

Untuk mencapai lokasi puing Heli MI-17, tim harus mendaki selama lima jam.

Akhirnya, pada Jumat (14/2/2020) pagi, tim evakuasi berhasil mencapai lokasi kejadian dan mengevakuasi seluruh korban ke Jayapura.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X