Ada Temuan BPK, Program Kartu Jombang Sehat Perlu Perbaikan Regulasi

Kompas.com - 21/01/2020, 07:47 WIB
Ilustrasi Korupsi ShutterstockIlustrasi Korupsi

JOMBANG, KOMPAS.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya kelemahan dan permasalahan pada pelaksanaan program Kartu Jombang Sehat (KJS).

KJS merupakan progam pelayanan kesehatan bagi warga miskin di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Program ini tidak berafiliasi dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun jaminan kesehatan lainnya.

Baca juga: Misteri Dugaan Penggelapan Uang Nasabah Bank Jatim Pamekasan Rp 2,7 Miliar

Program KJS salah satunya dilaksanakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, selaku Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kabupaten Jombang.

Temuan dari BPK merupakan hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) atas Operasional RSUD Kabupaten Jombang TA 2018 dan 2019 (sampai dengan semester I) pada Pemkab Jombang.

Adapun, hasil pemeriksaan BPK terkait program KJS, ditemukan adanya kelemahan dan permasalahan pada pelaksanaan program KJS oleh RSUD Jombang. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK No. 532/S-HP/XVIII.SBY/11/2019, terdapat 3 catatan pemeriksa atas kelemahan operasional RSUD Jombang yang ditemukan oleh BPK.

Temuan BPK terkait pelaksanaan program KJS yakni, pembayaran jasa pelayanan senilai Rp 3.879.250.233 yang tidak didukung dengan sumber pendapatan program.

Lalu, pemungutan dana peningkatan kapasitas RSUD Jombang untuk pelaksanaan program KJS pada Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 196.691.529, yang menurut BPK juga tidak memiliki dasar hukum. 

Baca juga: Jadi Tersangka Penggelapan Uang Nasabah, Kepala Unit Bank Jatim Ditahan

Demikian pula dengan penggunaan dana pada Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 301.787.000, BPK menemukan bahwa penggunaan dana itu tidak sesuai peruntukan.

Adapun, catatan terakhir pada temuan BPK yakni berupa potongan pembayaran jasa pelayanan KJS RSUD Jombang yang belum didukung dengan mekanisme pengelolaan dana yang jelas.

Selain itu, terdapat penggunaan dana sebesar Rp 180.075.000 yang tidak sesuai peruntukannya.

Tindak lanjut temuan BPK

Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran tak menampik adanya temuan masalah atau kelemahan berdasarkan hasil audit BPK, atas pelaksanaan program KJS di rumah sakit yang dipimpinnya.

Menurut dia, temuan terkait kelemahan dan permasalahan dalam pelaksanaan program KJS di RSUD Jombang ditindaklanjuti dengan menyusun rencana aksi sesuai rekomendasi BPK.

"Penjelasan yang bisa kami sampaikan bahwa RSUD Kabupaten Jombang sudah menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK," kata Pudji saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (20/1/2020) petang.

Menurut Pudji, pelaksanaan program KJS di RSUD Jombang dibiayai oleh anggaran BLUD RSUD Jombang, berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Bupati Jombang Nomor 1 Tahun 2017 tentang Jaminan Kesehatan.

Secara umum, menurut Pudji, tidak ada unsur kerugian negara yang ditemukan BPK akibat kelemahan dan permasalahan pelaksanaan program KJS di RSUD Jombang.

Namun, untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan program KJS, pihaknya mengajukan perubahan Peraturan Bupati Jombang yang mengatur tentang Remunerasi Jasa Pelayanan RSUD Jombang, sebagaimana rekomendasi BPK.

"Sesuai rekomendasi BPK RI, kami sudah mengajukan usulan perubahan Peraturan Bupati Jombang Nomor 12 Tahun 2015," kata Pudji.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Seorang Remaja Cabuli Pacarnya, Terungkap Saat Orangtua Periksa Ponsel Korban

Regional
Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Jubir Komite Peralihan Aceh: Pengibaran Bendera Bulan Bintang Sesuai Aturan

Regional
Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Listrik di Pekanbaru Padam karena Gangguan Transmisi, PLN Minta Maaf

Regional
Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Ketua DPRD Jabar: 7 Anggota Dewan yang Positif Covid-19 Karantina Mandiri

Regional
Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Bantah Didorong Risma, Fuad Belum Minta Restu untuk Maju di Pilkada Surabaya

Regional
Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Seorang Warga Ditembak OTK, TNI-Polri Kejar Pelaku

Regional
Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Detik-detik Laode Ditembak dari Belakang oleh Orang Tak Dikenal Saat Jaga Warung

Regional
Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Seorang ASN Curi Uang Nasabah dengan Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sangihe, Sulut, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Seorang Warga Ditembak di Intan Jaya, Papua, Pelaku Pura-pura Pinjam Pulpen

Regional
Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Ridwan Kamil Tegaskan Belum Disuntik Vaksin Covid-19, Siapkan Dulu Fisik

Regional
Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Kisah Mbah Khotimah, Uang dan Dagangan Dibawa Kabur Penipu, Terpaksa Pulang Berjalan Kaki

Regional
Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Kembalikan Kejayaan Lada, Gubernur Babel Lepas Ekspor 45.000 Kg Lada ke Jepang

Regional
Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Siap Maju Pilkada, Putra Sulung Risma Mengaku Masuk Dalam Survei Internal PDI-P

Regional
Tak Terima Dicekik Saat Berhubungan Badan, Wanita Ini Pukul Pasangan Selingkuhnya hingga Tewas

Tak Terima Dicekik Saat Berhubungan Badan, Wanita Ini Pukul Pasangan Selingkuhnya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X