Fakta Wabup OKU Ditahan Polisi, Diduga Mark Up Lahan Kuburan hingga Rugikan Negara Rp 5,8 Miliar

Kompas.com - 16/01/2020, 05:18 WIB
Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anwar saat dibawa penyidik Polda Sumatera Selatan menuju ruang tahanan. Johan ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan terkait mark up lahan kuburan selama 12 jam, Selasa (14/1/2020). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAWakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anwar saat dibawa penyidik Polda Sumatera Selatan menuju ruang tahanan. Johan ditahan setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan terkait mark up lahan kuburan selama 12 jam, Selasa (14/1/2020).

KOMPAS.com - Setelah menjalani pemeriksaan selama 12 jam sejak pukul 09.45 WIB hingga pukul 22.00 WIB, Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Johan Anwar resmi ditahan oleh penyidik Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terkait dugaan kasus mark up lahan kuburan, Selasa (14/1/2020) malam.

Johan Anwar akan menjalani penahanan di rutan Polda Sumsel selama 20 hari ke depan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi mengatakan, selama 20 hari ke depan penyidik akan melengkapi berkas pemeriksaan Johan.

Supriadi membantah, jika kasus penahanan Johan adanya muatan politis, di mana pada April 2020 mendatang telah memasuki masa pendaftaran para calon Bupati OKU.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku terkejut atas kabar penahanan Johan Anwar terkait kasus mark up lahan kuburan.

Pasalnya, dirinya mengenal sosok Johan Anwar tidak pernah bermasalah selama memimpin OKU.

Berikut ini fakta Wabup OKU ditahan atas dugaan mark up lahan kuburun yang Kompas.com rangkum:

1. Rugikan negara Rp 5,8 miliar

Ilustrasi korupsiShutterstock Ilustrasi korupsi

Kasus mark up lahan kuburan ini sendiri terjadi, pada tahun 2012 lalu. Saat itu, Johan Anwar menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten OKU.

Terungkapnya kasus itu berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi mengatakan, dari hasil pemeriksaan, BPK menemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 5,8 miliar dari total anggaran Rp 6 miliar untuk pengadaan lahan kuburan.

Namun, belum diketahui jumlah pasti Johan menerima uang dari mark up lahan kuburan tersebut.

"Akan dihitung lagi, berapa jumlah yang dirugikan Johan Anwar. Namun, berdasarkan audit BPK, nilai kerugian negara adalah Rp 5,8 miliar," tegasnya.

Baca juga: Sempat Menang Praperadilan, Wakil Bupati OKU Kembali Ditetapkan Tersangka Mark Up Lahan Kuburan

 

2. Ditahan setelah diperiksa selama 12 jam

ilustrasi penjaraShutterstock ilustrasi penjara

Setelah diperiksa penyidik Polda Sumsel, selama 12 jam, Johan Anwar ditahan oelh penyidik Polda Sumsel terkait dugaan kasus mark up laha kuburan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Wali Kota Hendi Pastikan Lapangan Sidodadi Akan Direvitalisasi Jadi Sport Center

Regional
Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Polres Banjarbaru Bongkar Praktik Prostitusi Online, 9 Orang Ditangkap

Regional
Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Kasus Harian Covid-19 Menurun, Penanganan Pandemi di Jateng Terus Membaik

Regional
Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Setelah Bertemu Ganjar, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Kembali Muncul Berdua

Regional
Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Cerita Ponidjo, Warga Suriname yang Mencari Keluarganya di Sleman, Bapak Ibu Tinggalkan Tanah Air Tahun 1931

Regional
Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang  Pertama Kali Terapkan 'Local Lockdown' di Tanah Air

Satu Tahun Pandemi, Mengingat Kota Tegal yang Pertama Kali Terapkan "Local Lockdown" di Tanah Air

Regional
Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Kunjungi Paguyuban Penyandang Disabilitas, Hendi Berikan Kursi Roda yang Pernah Dipakainya

Regional
Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Namanya Dicatut untuk FWB, Nora Istri Jerinx Lapor ke Polda Bali

Regional
Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Satgas Covid-19 Babel Berlakukan Patroli, Pejabat Tak Taat Prokes Kena Denda hingga Rp 10 Juta

Regional
Setahun Pandemi,  Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Setahun Pandemi, Pasien Covid-19 di RS Rasidin Padang Menurun, Layanan Umum Kembali Dibuka

Regional
172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

172 Tahun Hilang, Burung Pelanduk Kalimantan Kembali Ditemukan Warga, Difoto Lalu Dilepaskan

Regional
Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Gegara Suara Klakson, Devian Basry Dipukul Oknum TNI hingga Babak Belur

Regional
Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Tersinggung Ditanyai Kunci Motor, Seorang Kakek Aniaya Pekerja Bangunan Hingga Tewas

Regional
Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Rakor Bersama Jajaran Pemkab Luwu Utara, Bupati IDP Paparkan Program Prioritas

Regional
Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Dinkes Kota Padang Targetkan 700.000 Warga Menerima Vaksin Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X