Tanggap Darurat Bencana Bogor Diperpanjang Hingga 14 Hari ke Depan

Kompas.com - 15/01/2020, 23:12 WIB
Sejumlah Kampung di Kecamatan Sukajaya masih belum bisa diakses untuk kendaraan roda empat karena infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANSejumlah Kampung di Kecamatan Sukajaya masih belum bisa diakses untuk kendaraan roda empat karena infrastruktur jalan dan jembatan rusak parah, Rabu (15/1/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor diperpanjang dengan masa waktu maksimal 14 hari kerja terhitung mulai hari ini, Rabu (15/1/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin mengatakan perintah perpanjangan masa tanggap darurat bencana atas perintah Bupati Bogor Ade Yasin.

Burhanuddin mengatakan, seluruh stakeholder baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun daerah menyepakati diperpanjangnya tanggap darurat tersebut.

Dia menyebut, perpanjangan ini akan disarankan kepada IC (Incident Commander) Dandim 0621 Letkol Inf Harry Eko Sutrisno.

"Iya (perpanjang) masa waktu maksimal 14 hari kerja terhitung dari mulai hari ini dengan alasan karena masih ada beberapa (kampung) yang belum terakses," kata Burhan usai rapat di Kantor Kecamatan Cigudeg.

Baca juga: Masuki Hari ke 11, Pencarian 3 Korban Longsor Sukajaya Dihentikan

Dia menjelaskan, sejumlah kampung yang belum terakses yakni di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Untuk di Desa Cileuksa, terdapat titik longsor  yang menutup badan jalan, jembatan rusak serta tanah ambruk.

Dia mengatakan, jalur menuju kampung tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua sehingga distribusi bantuan sampai saat ini belum terpenuhi semua.

Tak hanya di Sukajaya, sebut dia, ada pula sejumlah kecamatan seperti di Bojongkulur, Gunung Putri yang harus membersihkan lumpur secara terus menerus karena banjir yang menerjang wilayah Bogor Timur tersebut.

"Sudah, tapi hanya untuk roda dua yang bisa (masuk) ke Desa Cileuksa dan Desa Cisarua yang sempat terisolir itu. Tapi untuk kendaraan roda empat hanya mobil jenis offroad atau kendaraan roda empat jenis 4WD (four wheel drive)," ungkapnya.

Baca juga: Pencarian Tiga Korban Longsor di Sukajaya Bogor Diperpanjang 3 Hari

Secara keseluruhan ada 11 desa di empat kecamatan yang sempat terkendala distribusi logistik karena terisolir.

Empat kecamatan itu yakni, Sukajaya, Nanggung, Cigudeg dan Jasinga.

Sejauh ini, terdapat 17 alat berat yang dikerahkan ke beberapa desa untuk mempercepat pemulihan daerah yang terkena longsor.

"Cileuksa dan Cisarua yang baru dibuka itu logistik yang sampai ke kantor desanya saja, tapi untuk distribusi ke kampung-kampungnya masih terkendala karena banyak titik longsoran," bebernya.

Baca juga: Jokowi Kenakan Jas Hujan Hijau Pemberian Warga Saat Berkunjung ke Sukajaya Bogor

Ia menyebutkan, selama masa perpanjangan waktu tanggap darurat ini, semua instansi terkait akan fokus pada pembukaan atau normalisasi akses jalan maupun infrastruktur lainnya.

Selain itu, kata dia, akan dilakukan pendataan terhadap 4000 rumah yang rusak akibat bencana tersebut.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui kategori rumah ringan, sedang dan berat yang akan membutuhkan waktu sepekan di empat kecamatan itu.

"Terutama infrastruktur, pendataan korban dan rumah rusak serta sekolah-sekolah yang terdampak," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X