Masuki Hari ke 11, Pencarian 3 Korban Longsor Sukajaya Dihentikan

Kompas.com - 13/01/2020, 09:07 WIB
Foto udara  anggota tim SAR gabungan menggunakan alat penyemprot air untuk melakukan pencarian korban tanah longsor dan banjir bandang yang masih belum ditemukan di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020). Basarnas memperpanjang masa pencarian selama tiga hari atau hingga 14 Januari untuk melakukan pencarian tiga korban yang masih belum ditemukan dikawasan tersebut. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAFoto udara anggota tim SAR gabungan menggunakan alat penyemprot air untuk melakukan pencarian korban tanah longsor dan banjir bandang yang masih belum ditemukan di Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020). Basarnas memperpanjang masa pencarian selama tiga hari atau hingga 14 Januari untuk melakukan pencarian tiga korban yang masih belum ditemukan dikawasan tersebut.

BANDUNG, KOMPAS.com - Tim SAR mengakhiri pencarian terhadap tiga korban yang tertimbun longsor di Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah mengatakan, saat ini ketiga korban tersebut belum ditemukan.

"Kami mengucapakan banyak terimakasih sebesar besarnya kepada seluruh unsur SAR yang telah mengikuti jalannya operasi SAR selama 11 hari pencarian 3 korban tertimbun longsor" kata Deden Ridwansah melalui siaran pers kepada Kompas.com, Senin (14/1/2020).

Baca juga: Cerita Ibu Korban Banjir Bogor: Kehilangan 2 Anak, Menanti Anak yang Tertimbun Longsor

Menurut Deden, pencarian terhadap korban resmi dihentikan karena telah melewati berbagai pertimbangan.

"Selaku SMC dengan melakukan pertimbangan dan diskusi bersama OSC dan asistensi dari kantor Pusat Basarnas mengamati kondisi operasi SAR yang kurang efektif karena tidak ditemukan lagi tanda-tanda penemuan korban serta juga mempertimbangkan kondisi personel," kata Deden.

Dia menjelaskan, kondisi medan dan faktor cuaca menyebabkan operasi SAR tidak berjalan optimal.

"Alat berat tidak bisa masuk lokasi menjadi kendala dalam operasi ini. Hal ini menyebabkan operasi tim SAR tidak menemukan titik temu," ujarnya.

Baca juga: BNPB: 21.742 Orang Mengungsi Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Bogor

Meski operasi SAR ditutup, Basarnas tetap melakukan operasi siaga pemantauan.

"Khusus basarnas, kita tetap melakukan operasi siaga pemantauan. Barangkali nanti kita temukan korban," tuturnya.

Dia menuturkan, bila pihak keluarga menemukam tanda-tanda korban bisa menghubungi pihak Basarnas.

"Kami siap dan siaga mengevakuasi bila dibutuhkan keluarga," kata Deden.

Deden berharap, seluruh tim SAR tetap solid dan selalu bersinergi dalam misi kemanusiaan.

"Mudah-mudahan apa yg telah kita lakukan bisa dicatat menjadi amal ibadah," pungkas Deden.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Kisah Tenun Cual Khas Bangka, Meredup karena Perang Dunia

Regional
Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Mari Bantu Balita 4 Tahun yang Dianiaya secara Sadis oleh Paman dan Bibi

Regional
Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Perjalanan Kasus Yaidah, Dipingpong Urus Akta Kematian Anak dari Surabaya ke Jakarta hingga Tuai Reaksi Dirjen Dukcapil

Regional
Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Berulang Tahun, Ganjar Dapat Kado Spesial dari Eks Napi Teroris, Isinya...

Regional
BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

BPBD Cianjur: Jika Hujan Deras 2 Jam, Warga Dekat DAS Siap-siap Mengungsi

Regional
Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Uang Rp 1 Miliar Hilang Misterius, Nasabah Ungkap Keanehan yang Dilakukan Bank

Regional
Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Waspadai, Titik Rawan Kemacetan di Puncak Bogor Selama Libur Panjang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka | IRT Gugat Gugus Tugas dan RSUD

Regional
Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Menyoal Sindikat Penyelundupan 99 Orang Rohingya di Aceh, Kapal Rusak Saat Dijemput di Tengah Laut

Regional
Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Misteri Mayat Lelaki di Tumpukan Sampah, Tangan Terikat ke Belakang, Ditemukan Pemulung

Regional
Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi 'Online'

Uang Kiriman Orangtua Menipis, Lulusan SMK Ini Malah Begal Sopir Taksi "Online"

Regional
Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Buron Selama 8 Bulan, Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Tertangkap

Regional
Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dituntut 12 Tahun dan 6 Tahun Penjara

Regional
Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Jalan Raya, Diduga Korban Tabrak Lari

Regional
Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Jalan Ambles Terjadi di Lintas Penghubung Riau dan Sumbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X