Orangtua Tak Mampu Lunasi Tagihan Rp 34 Juta, Bayinya Ditahan Rumah Sakit 3 Bulan

Kompas.com - 13/01/2020, 21:16 WIB
Febrianto, orang tua dari bayi Delfa saat ditemui di rumahnya, Senin (13/1/2020). Bayi Delfa tertahan di Rumah Sakit Fadhilah, Prabumulih, karena orangtuanya tak mampu melunasi tagihan persalinan istrinya dan perawatan bayinya sebesar Rp 34 juta. Jika sampai 17 Januari tak juga dilunasi maka bayi Delfa akan diadopsi orang lain. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGFebrianto, orang tua dari bayi Delfa saat ditemui di rumahnya, Senin (13/1/2020). Bayi Delfa tertahan di Rumah Sakit Fadhilah, Prabumulih, karena orangtuanya tak mampu melunasi tagihan persalinan istrinya dan perawatan bayinya sebesar Rp 34 juta. Jika sampai 17 Januari tak juga dilunasi maka bayi Delfa akan diadopsi orang lain.

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Seorang bayi pasangan Febrianto dan Yularmi Kurniati warga Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) ditahan pihak rumah sakit swasta di kota tersebut lantaran orangtuanya tak bisa melunasi tagihan biaya persalinan. 

Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditahan karena orangtuanya tak mampu membayar tagihan persalinan Rp 34 juta.

Biaya itu termasuk biaya perawatan bayi yang lahir prematur. 

Baca juga: Bayi Ditahan karena Masalah Biaya, Ini Jawaban RS Immanuel

Febriyanto alias Febri, ayah bayi, mengatakan bahwa bayinya sudah 3 bulan ditahan pihak rumah sakit, yakni RS Fadhilah.

Ia sendiri tidak bisa melunasi tagihan biaya persalinan dan perawatan bayinya yang prematur karena pekerjaannya sebagai tukang bangunan. 

“Saya hanya tukang bangunan pak, tidak mampu mencari uang sebanyak itu untuk membayar tagihan rumah sakit,” kata Febri saat ditemui di rumahnya, di Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur, Senin (13/1/2020). 

Baca juga: Kasus Orangtua Ingin Jual Bayi untuk Biaya Persalinan, Efektivitas BPJS Dipertanyakan

Jika tak lunas per 17 Januari, bayinya diadopsi orang lain

Menurut Febri, sejumlah pihak sudah berupaya membantunya memberikan donasi, hingga saat ini sisa tagihan yang harus dibayarnya Rp 17 juta. 

“Saya sudah menemui keluarga, saya sudah minta bantuan pada pemerintah dan sudah dibantu, namun belum mencukupi,” katanya. 

Baca juga: Ibu Fauzan Bingung, Uang Rp 17 Juta Masih Ditahan RS

Yang dikhawatirkan Febri adalah batas waktu pelunasan dari rumah sakit yang tinggal beberapa hari lagi atau tanggal 17 Januari 2020 ini sesuai perjanjian.

Jika ia tetap tidak mampu melunasi, maka hak atas bayi tersebut berada di pihak rumah sakit Fadhilah, yakni untuk mencari orang yang bersedia mengadopsi.

“Yang saya khawatirkan adalah jika nanti lewat tanggal 17 Januari, dan saya tidak mampu melunasi sisa tagihan yang Rp 17 juta itu maka terpaksa hak untuk mencarikan orang yang hendak mengadopsi ada pada pihak rumah sakit atau dengan kata lain hak penguasaan anak saya jatuh pada pihak rumah sakit,” katanya. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Benda Diduga Bahan Peledak Ditemukan di Dalam ATM, Warga Ketakutan

Regional
Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Aplikator Rumah Tahan Gempa Lombok Timur Diduga Bawa Kabur Uang Rp 1 Miliar

Regional
Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Polisi Periksa Muda Mudi yang Caci Maki Polantas di Purwakarta

Regional
Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Tim dari KKP Mulai Periksa Kapal Nelayan Pantura yang Akan Melaut ke Natuna

Regional
Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Satu Keluarga Dibacok Orang Tak Dikenal Bikin Heboh Warga, Pelaku Belum Tertangkap

Regional
Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Sebelum Kirim Surat kepada PM Australia, Siswi SMP di Gresik Minta Izin ke Dinas Pendidikan

Regional
Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X