Investasi Bodong MeMiles, 120 Mobil Hadiah Member Akan Ditarik Penyidik Polda Jatim

Kompas.com - 11/01/2020, 12:04 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat merilis kasus investasi bodong MeMiles di Mapolda Jatim, Jumat (3/1/2020). ANTARA Jatim/Willy IrawanKapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat merilis kasus investasi bodong MeMiles di Mapolda Jatim, Jumat (3/1/2020).

KOMPAS.com - Penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim akan menarik 120 unit mobil yang sudah diberikan pada member dalam kasus investasi bodong MeMiles.

Hal ini dilakukan setelah Polda Jatim membongkar jaringan investasi bodong MeMiles beberapa waktu silam.

"Ada juga 120 unit mobil yang sudah diberikan kepada member akan ditarik oleh penyidik sebagai barang bukti," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Jumat (10/1/2020).

Selain mobil tersebut, penyidik antara lain telah menyita belasan unit mobil, dua unit motor, serta barang berharga lainnya.

Baca juga: Apa Itu Investasi MeMiles hingga Beromzet Rp 750 Miliar?

Rekening utama diblokir

Ilustrasi uangKOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi uang

Polda Jatim mengaku telah memblokir rekening utama dari investasi bodong MeMiles.

Polisi mengamankan uang senilai Rp72 miliar dari rekening tersebut. Sehingga saat ini total uang nasabah yang diamankan mencapai lebih dari Rp 112 miliar.

"Uang ini akan dititipkan di tempat penampungan barang bukti di Bank Mandiri," katanya.

Selain memblokir rekening utama, polisi juga menangkap dua orang tersangka lagi, yakni Eva dan Prima, Selasa (7/1/2020).

Informasi mengenai rekening utama itu didapat setelah polisi menangkap Eva dan Prima.

Jumlah tersangka yang ditangkap saat ini sebanyak empat orang, dua di antaranya yakni KTM (47) dan FS (52) berperan sebagai direksi perusahaan.

Baca juga: Rekening Utama Investasi MeMiles Diblokir, Rp 122 Miliar Uang Nasabah Diamankan

Beromzet Rp 750 miliar dalam delapan bulan

Ilustrasi uang. Dok. HaloMoney.co.id Ilustrasi uang.

MeMiles adalah investasi bodong yang telah berjalan selama lebih kurang delapan bulan. Selama delapan bulan operasi, MeMiles mengantongi omzet Rp 750 miliar.

Luki mengatakan, investasi dijalankan oleh para tersangka menggunakan perusahaan bernama PT Kam and Kam. Namun, perusahaan tersebut tidak mengantongi izin.

Perusahaan bergerak di jasa pemasangan iklan menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan.

MeMiles sendiri diketahui telah memiliki 240.000 anggota yang tersebar di Indonesia.

MeMiles menawarkan iming-iming bonus menggiurkan dari mulai ponsel hingga mobil. Bonus didapat tergantung jumlah top up nasabah.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Surabaya Achmad Faizal | Editor: Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X