Soal Viral Video Longsor di Sumedang, Ini Kata Kapolres Soal Pengusaha Tambang

Kompas.com - 06/01/2020, 15:43 WIB
Screenshoot video longsor di Sumedang yang viral di media sosial, Minggu (5/1/2019). KOMPAS.com/AAM AMINULLAHScreenshoot video longsor di Sumedang yang viral di media sosial, Minggu (5/1/2019).

SUMEDANG, KOMPAS.com - Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana memberikan tanggapan terkait video viral longsor di Sumedang, pada Minggu (5/1/2020). 

Sebelumnya, viral video tebing setinggi 15 meter dengan lebar 10 meter ambruk di lokasi galian pasir.

Viralnya video tersebut membuat warga heboh karena menduga jika kejadian dalam video tersebut merupakan longsor akibat bencana alam. 

Baca juga: Viral Video Longsor di Sumedang, Ini Kejadian Sebenarnya

Dwi Indra ketika dikonfirmasi Kompas.com menyatakan jika aktivitas penambangan di lokasi tersebut legal.

Sebab, pengusaha tambang galian pasir yang melakukan peledakan tebing di wilayah Blok Cisereh, Desa Cibeureum Kulon, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat merupakan aktivitas legal.

Indra mengatakan, CV Prima Jaya Utama sebagai pengusaha tambang di lokasi tersebut memang sengaja merobohkan tebing untuk memudahkan proses tambang pasir.

Baca juga: Evakuasi King Kobra 2,5 Meter, Damkar Sumedang Terjunkan Satu Tim

Sengaja dirobohkan, bukan longsor

"Sudah kami kroscek, pengusaha tambang atas nama CV Prima Jaya Utama itu memiliki izin resmi," ujar Indra kepada Kompas.com di Mapolres Sumedang, Senin (6/1/2020).

"Jadi aktivitas yang mereka lakukan (Peledakan tebing) itu legal."

Jadi, kata Indra, tebing tersebut memang sengaja dirobohkan. Dengan tujuan, untuk memudahkan proses penambangan.

"Jadi saya tegaskan, video yang viral itu bukan karena longsor seperti persepsi yang sempat beredar saat video itu viral. Itu murni proses penambangan, jadi tidak ada korban jiwa maupun material," tutur Indra.

Baca juga: Puting Beliung Terjang 2 Kampung di Sumedang, 3 Rumah Tertimpa Pohon Tumbang

Warga harap lakukan cross check

Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana. KOMPAS.com/AAM AMINULLAH Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana.
Atas viralnya video tersebut, Indra mengimbau agar ke depan, warga melakukan kroscek kebenaran terkait berbagai informasi yang diterima.

Termasuk dalam bentuk video seperti video ambruknya tebing di lokasi galian pasir di Sumedang ini.

"Jangan menyebar informasi tidak benar. Selalu kroscek kebenaran informasi yang diterima, pastikan dulu faktanya seperti apa," sebut Indra. 

Baca juga: Panas Terik, Ratusan Penari Umbul Kolosal di Sumedang Pingsan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.