Pasca-banjir Bandang Lebak, Jembatan Putus, Warga Hilir Mudik Pakai 2 Perahu Karet

Kompas.com - 06/01/2020, 13:54 WIB
Jembatan gantung di Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, rusak hingga tak bisa dipergunakan warga, Kamis (9/1/2014). Kawat besi jembatan yang pernah diperbaiki tahun 2011 putus dan mengakibatkan aktivitas warga terutama anak-anak sekolah dan petani terhambat. Saat air sungai Ciberang surut, warga berjalan kaki menyeberangi sungai, namun saat debit sungai meningkat mereka harus memutar jalan yang lebih jauh. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Jembatan gantung di Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, rusak hingga tak bisa dipergunakan warga, Kamis (9/1/2014). Kawat besi jembatan yang pernah diperbaiki tahun 2011 putus dan mengakibatkan aktivitas warga terutama anak-anak sekolah dan petani terhambat. Saat air sungai Ciberang surut, warga berjalan kaki menyeberangi sungai, namun saat debit sungai meningkat mereka harus memutar jalan yang lebih jauh. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

KOMPAS.com - Pasca-banjir bandang yang menerjang Lebak, Banten, pada 1 Januari 2020, sejumlah jembatan di wilayah ini ambrol atau pun putus. Akibatnya, sejumlah desa pun terisolir.

Pantauan KompasTV di Kecamatan Sajiran pada Senin (6/1/2020) siang, sebuah jembatan yang menjadi penghubung antarkecamatan, yakni Kecamatan Sajiran, Kecamatan Subang, Kecamatan Muncang, hingga Kecamatan Gunung Kencana, ambrol.

Tampak besi jembatan yang berdiri sekitar 10 meter dari permukaan sungai Ciberang dengan kedalaman 6-8 meter sampai bengkok terkena dampak banjir.

Di jembatan juga banyak sisa sampah kayu dari pegunungan Halimun Salak, yang terbawa banjir.

Baca juga: Fakta Pasca-banjir Bandang di Lebak, Akibat Penambangan Ilegal hingga 19 Bangunan Sekolah Rusak

Data yang dihimpun KompasTV menyebutkan, jembatan di Kecamatan Sajiran ini merupakan satu dari 28 jembatan di Lebak, Banten yang putus atau ambrol.

Di Kecamatan Sajiran sendiri, kendaraan harus memutar dengan jarak tempuh 1 jam. Sementara warga dan relawan menggunakan dua perahu karet untuk lalu lalang serta memberikan bantuan.

Saat ini memang perahu karet untuk penyeberangan ini masih kurang, sebab hanya ada dua yang beroperasi. Sehingga, satu perahu karet yang kapasitasnya 6 orang diisi hingga 12 orang.

Salah satu relawan Dompet Dhuafa, Bojek mengatakan, banyak warga yang enggan menggunakan pelampung karena ingin cepat sampai dan merasa aman.

Sementara untuk menyeberang sungai tersebut dibutuhkan waktu sekitar lima menit dengan kondisi arus yang deras.

Baca juga: Korban Banjir Bandang Lebak Bakal Dapat Uang Sewa Rumah Rp 500 Ribu

"Sekali naik maksimal 6 orang, karena kondisi bencana bisa sampai 10-12 orang. Kalau kondisi penumpang terlalu banyak, kami akan ingatkan takutnya tidak memadai perahunya," kata Bojek dalam siaran live KompasTV, Senin (6/1/2020).

"Kami tawarkan pelampung, tapi ada beberapa warga yang enggan menggunakan karena merasa aman, mereka ingin lebih cepat naik menyeberang tidak mau ribet pakai alat penyelamatan diri," lanjutnya.

Salah satu ketua RT di Sajira Barat, Arhani, mengatakan jembatan di Sungai Ciberang yang jebol merupakan kembatan penghubung yang penting. Sebab selain mengkoneksikan desa, juga mengkoneksikan sejumlah kecamatan di Lebak.

"Ini jembatan yang penting," katanya saat ditemui di lokasi penyeberangan di Sungai Ciberang, di Kecamatan Sajiran.



Sumber KompasTV
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Regional
4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Regional
Disebut Makan Gaji Buta, Adik Tiri Sultan HB X Buka Suara

Disebut Makan Gaji Buta, Adik Tiri Sultan HB X Buka Suara

Regional
Marak Kasus Pencurian Kotak Amal Masjid di Pamekasan, Ini Tanggapan Polisi...

Marak Kasus Pencurian Kotak Amal Masjid di Pamekasan, Ini Tanggapan Polisi...

Regional
Pencurian Motor di Medan Terungkap karena GPS, 2 Pelakunya Ditembak

Pencurian Motor di Medan Terungkap karena GPS, 2 Pelakunya Ditembak

Regional
Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Istri Bantu Suami Perkosa Rekan Kerja, Perkosaan Dilakukan Depan Istri

Regional
Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Polisi dan KIPI Tegaskan Dokter JF Meninggal Bukan karena Divaksin Covid-19

Regional
Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Kantor Perkebunan Sawit PT Arrtu Plantation Dibakar Massa, Camat: Di Luar Kendali Kami

Regional
Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Soal Unggahan Bernada Rasisme terhadap Natalius Pigai, Kapolda Papua Jamin Proses Hukum Berjalan

Regional
Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Jalani Operasi Ketiga, untuk Perawatan Luka

Regional
Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Lebih Parah dari Ekstasi, Polisi Ungkap Efek Narkoba yang Dikonsumsi Selebgram S

Regional
Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Baru 25 Persen Nakes Divaksin, Ridwan Kamil Sebut Vaksinasi Tahap I Belum Memuaskan

Regional
Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Buntut Kerumunan Fan Artis TikTok Asal Solo, Wali Kota Madiun: Restoran Itu Kita Tutup...

Regional
Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X