Tren Batik Pewarna Alami di Cirebon, Tradisi Masa Lalu yang Selaras dengan Alam

Kompas.com - 12/12/2019, 15:16 WIB
Busana batik menggunakan pewarna alami indigo atau daun nila. VOA/ Nurhadi SucahyoBusana batik menggunakan pewarna alami indigo atau daun nila.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Misnen, pembimbing Batik Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat bercerita bahwa para pembatik di wilayahnya telah beralih dari pewarna sintetis ke pewarna alami.

Namun proses tersebut tidak mudah dan butuh waktu bertahun-tahun.

Hal tersebut diceritakan Misnen saat menghadiri peresmian Institut Pewarnaan Alami Indonesia / Indonesia Natural Dye Institute (INDI), Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (10/12/2019).

“Kita mengadakan pelatihan, waktu itu kita punya rumah budaya untuk belajar membatik di Indocement. Kemudian kita perkenalkan ekonomi produksi bersih yang termasuk juga IPAL-nya, kemudian ada warna alami. Kemudian tahun 2013 sampai 2018 dengan UGM untuk membuat batik tulis pewarna alam,” kata Misnen.

Baca juga: Biografi Samanhudi, Pahlawan dan Pedagang Batik

Ia mengatakan gerakan memproduksi batik dengan pewarna alami sebenarnya adalah upaya kembali ke tradisi masa lalu.

Dilansir dari VOA Indonesia, kawasan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat telah mengenal batik sejak tahun 1800.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Batik dikenalkan oleh para penyebar agama dari Pantai Utara Jawa Tengah seperti Lasem dan Rembang yang datang ke Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat untuk mendirikan pesantren.

Baca juga: Tiba di Kota Lumpia, MLTR Disambut Celana Sarung Batik

Para santri di Ciwaringin yang belajar membuat batik membuat wilayah tersebut berkembang menjadi pusat batik Cirebon.

Menurut Misnen, pewarna sintetis mulai digunakan saat sistem produksi batik cap mulai diterapkan.

Hal tersebut membuat ciri khas batik tulis Ciwaringin hilang.

Selain itu penggunaan pewarna sintetis yang menghasilkan limbah membuat lingkungan mengalami kerusakan.

Baca juga: Perajin Batik Lokal Kian Tergerus Batik Impor

 

90 persen pembatik gunakan pewarna alami

Indonesia Natural Dye Institute menjadi pusat kajian peneliti berbagai bidang ilmu terkait pewarna alami. Humas UGM Indonesia Natural Dye Institute menjadi pusat kajian peneliti berbagai bidang ilmu terkait pewarna alami.
Seiring dengan berjalannya waktu dan melihat dampak lingkungan serta harga jual produk berlipat, para pembatik di Ciwaringin kembali ke tradisi masa lalu.

Saat ini 90 persen pembatik Ciwaringin kembali memproduksi batik tulis khusus dengan pewarna alami.

Pada Desember 2017, Ciwaringin telah mendeklarasikan diri sebagai pusat batik pewarna alami.

Lalu pada Maret 2019, mereka telah menerima sertifikat eco label dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca juga: 10.000 Bibit Pohon untuk Pewarna Alami Batik Ditanam di Gunungkidul

Menurut Misnen, untuk pewarna alami para pembatik menggunakan mangga, indigo (nila), jambu dan ketapang. Mahoni, nangka, tegeran, merbau, tingi dan jolawe diambil kulit batang kayunya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.