Demo di Kantor Gubernur NTB, Mahasiswa Adu Jotos dengan Polisi

Kompas.com - 10/12/2019, 17:13 WIB
suasan ricuh Demo di kantor Gubernur KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDsuasan ricuh Demo di kantor Gubernur

MATARAM, KOMPAS.com- Bentrok mahasiswa dan pihak kepolisian terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB), saat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) menggelar aksi di depan kantor Gubernur NTB, Selasa (10/12/2019)

Aksi ricuh dipicu saat masa dari HMI hendak membakar ban. Namun, hal tersebut dihentikan oleh polisi, sehingga menimbulkan gesekan dan terjadi adu jotos.

Baca juga: Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Dari pantauan kompas.com, aksi ricuh berlangsung cukup lama. Kericuhan akhirnya mampu ditenangkan setelah polisi mengamankan beberapa orang yang diduga provokator.

Dalam orasinya, korlap aksi Syahrul mengatakan, Gubernur NTB Zulkieflimansyah gagal memperbaiki pendidikan di NTB.

Zulkieflimansyah juga dinilai terlalu sibuk dengan mengirim mahasiswa ke luar negeri, sehingga lupa akan pendidikan dasar.

"Sementara itu, pada sektor pendidikan, masih banyak anak-anak yang tidak berpendidikan di sekolah menengah dan bahkan di perguruan tinggi. Karena Gubenur hanya memprioritas anak-anak yang melanjutkan S2 di luar Negeri," ujar Syahrul, Selasa.

suasan ricuh Demo di kantor GubernurKOMPAS.COM/IDHAM KHALID suasan ricuh Demo di kantor Gubernur

Hal lain juga disebutkan, program Gubemur Zulkieflimansyah dinilai bersifat sepihak dan tidak merata.

"Kami menuntut agar Gubernur mampu memberikan pemerataan terhadap pembangunan di NTB, seperti di sektor, kesehatan, kesejahteraan sosial," ungkap Syahrul.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Unsri Indralaya Terjangkit Hepatitis A

Selain HMI, sejumlah aliansi berbeda juga mendatangin kantor gubernur untuk melakukan unjuk rasa dengan tuntutan yang bebeda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Sungai Parat Semarang Tercemar Limbah Babi, Peternak Akui Ada Kebocoran

Regional
Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Regional
Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Regional
4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

Regional
Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Regional
Pelindo Bantah Kapalnya 'Kencing' di Laut dan Jual Minyak Ilegal ke Singapura

Pelindo Bantah Kapalnya "Kencing" di Laut dan Jual Minyak Ilegal ke Singapura

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya | Rambut Sukiyah Jadi Sarang Tikus

[POPULER NUSANTARA] Cerita Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya | Rambut Sukiyah Jadi Sarang Tikus

Regional
Selain 8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Kakak Beradik Dicaci Maki di Depan Umum, Uang Sekolah Tak Dibayar

Selain 8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Kakak Beradik Dicaci Maki di Depan Umum, Uang Sekolah Tak Dibayar

Regional
Sempat Dikira Terjangkit Virus Corona, Pasien RSUP Adam Malik Ternyata hanya Flu Biasa

Sempat Dikira Terjangkit Virus Corona, Pasien RSUP Adam Malik Ternyata hanya Flu Biasa

Regional
Viral Kerajaan Kandang Wesi, Kepala Kesbangpolinmas: Tidak Ada Kerajaan di Garut

Viral Kerajaan Kandang Wesi, Kepala Kesbangpolinmas: Tidak Ada Kerajaan di Garut

Regional
Cerita Istri Bacok Suami di Probolinggo, Ketahuan Selingkuh hingga Takut Akan Dibunuh

Cerita Istri Bacok Suami di Probolinggo, Ketahuan Selingkuh hingga Takut Akan Dibunuh

Regional
Hati-hati Jika Melihat Ular Weling, Jika Digigit Belum Ada Anti Bisanya

Hati-hati Jika Melihat Ular Weling, Jika Digigit Belum Ada Anti Bisanya

Regional
Empat Pelajar SMP di Cianjur Jatuh ke Jurang, Satu Tewas

Empat Pelajar SMP di Cianjur Jatuh ke Jurang, Satu Tewas

Regional
5 Fakta Jenderal Polisi Gadungan yang Mengaku Bisa Luluskan ke Akpol

5 Fakta Jenderal Polisi Gadungan yang Mengaku Bisa Luluskan ke Akpol

Regional
Ini Alasan PAUD Tempat Penitipan Balita Tewas Tanpa Kepala di Samarinda Ditutup

Ini Alasan PAUD Tempat Penitipan Balita Tewas Tanpa Kepala di Samarinda Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X