Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Kompas.com - 21/11/2019, 06:10 WIB
Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di ujung pengecoran jalan sebuah kawasan perumahan Graha Indah Jalan Taman Sari, Balikpapan Utara, Kota Balikapapan, Kalimantan Timur pada Selasa (19/11/2019)
Tribun KaltimKorban ditemukan tergeletak tak bernyawa di ujung pengecoran jalan sebuah kawasan perumahan Graha Indah Jalan Taman Sari, Balikpapan Utara, Kota Balikapapan, Kalimantan Timur pada Selasa (19/11/2019)

KOMPAS.com - Triyanto (70) warga Jalan Soekarno-Hatta, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ditemukan tewas tak jauh dari pemukiman warga.

Jasad Triyanto pertama kali ditemukan anaknya bernama Dwi Yudi yang mencari keberadaan ayahnya yang hilang sejak Sabtu (16/11/2019) lalu.

Triyanto diduga menjadi korban pembunuhan karena ditemukan luka di bagian wajah, kepala, dan leher.

Jasad Triyanto kemudian dievakusi ke RS Kanujoso Djatiwibowo untuk diotopsi.

Wakapolsek Balikpapan Utara AKP Wiyono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan secara mendalam penyebab kematian korban.

Ia menyebut ada dugaan Triyanto adalah korban pembunuhan.

Berikut fakta selengkapnya:

1. Kronologi penemuan jasad korban

Ilustrasi garis polisi.THINKSTOCK Ilustrasi garis polisi.

Jasad Triyanto pertama kali ditemukan anaknya bernama Dwi Yudi pada Selasa (19/11/2019) siang.

Dwi Yudi terakhir berkomunikasi dengan ayahnya pada Sabtu (16/11/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.

Minggu malam, Dwi mencoba menghubungi ayahnya tapi ponselnya tidak bisa dihubungi.

Khawatir akan keselamatan ayahnya, ia pun berinisiatif mencari keberadaan ayahnya yang bekerja sebagai penjaga lahan di kawasan Graha Indah.

Ketika sampai di tempat lokasi tempat ayahnya bekerja, betapa terkejutnya Dwi, melihat ayahnya sudah tergeletak tak bernyawa di pinggir lubang galian.

"Sempat komunikasi jam 4 sore kemarin, begitu habis Magrib Minggu malam nggak bisa dihubungi lagi. Ndak ada pulang ke rumah juga, saya berinisiatif susul ke TKP ternyata bapak saya sudah tergeletak dan meninggal," kata Dwi Yudi dengan wajah yang dibasahi air mata.

Baca juga: Pria 70 Tahun di Balikpapan Ditemukan Tewas Setelah Pamit Cek Lahan, Ini Kronologinya

 

2. Diduga korban pembunuhan

Sambil Menangis, Dwi Yudi (baju batik) duduk di samping jasad ayahnya yang ditemukan tergeletak dan sudah tak bernyawa sebelum kemudian dievakuasi ke RSKD Balikpapan Tribun Kaltim Sambil Menangis, Dwi Yudi (baju batik) duduk di samping jasad ayahnya yang ditemukan tergeletak dan sudah tak bernyawa sebelum kemudian dievakuasi ke RSKD Balikpapan

Triyanto diduga menjadi korban pembunuhan karena ditemukan luka di bagian wajah, kepala, dan leher.

Selain itu, polisi juga menemukan cangkul, garpu tala, dan kayu balok dengan bekas darah yang diduga darah korban.

Wakapolsek Balikpapan Utara AKP Wiyono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan secara mendalam penyebab kematian korban.

Ia menyebut ada dugaan Triyanto adalah korban pembunuhan.

"Ya, tadi kita terima informasi sekitar jam 9 dari laporan warga terus kita meluncur ke TKP untuk mengecek kebenaran penemuan mayat tersebut," kata Wiyono.

Baca juga: Diduga Korban Pembunuhan, Ditemukan Cangkul dan Balok Kayu Berdarah di Dekat Mayat Pria 70 Tahun di Balikpapan

 

3. Polisi masih melakukan penyelidikan

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Wiyono mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan saksi dan barang bukti.

"Saat ini kita masih melakukan penyelidikan dan kita kumpulkan 1 saksi untuk mengetahui bahwa korban itu meninggal karena apa. Ini masih dalam lidik kita belum berani menyimpulkan apakah korban meninggal karena sakit atau karena unsur lain," katanya.

Untuk jasad Triyanto sendiri, sambungnya, sudah dievakusi ke RS Kanujoso Djatiwibowo untuk diotopsi.

Baca juga: Misteri Balok Kayu dengan Bekas Darah di Lokasi Penemuan Mayat Pria 70 Tahun di Balikpapan

 

4. Jasad diduga sudah meninggal dua hari lalu

Jasad Korban (ditutupi terpal) tergeletak di dekat galian tanah di ujung pengecoran jalan di kawasan Perumahan Graha Indah Balikpapan Utara sebelum kemudian dievakuasi petugas. Tribun Kaltim Jasad Korban (ditutupi terpal) tergeletak di dekat galian tanah di ujung pengecoran jalan di kawasan Perumahan Graha Indah Balikpapan Utara sebelum kemudian dievakuasi petugas.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan serta meminta keterangan beberapa saksi dari warga sekitar untuk mengungkap kematian korban.

Polisi menduga, Triyanto pria berusia 70 tahun meninggal sejak 2 hari lalu. Dugaan tersebut muncul dari kondisi mayat Triyanto.

"Dari bentuknya sepertinya korban sudah meninggal sekitar 2 hari yang lalu," katanya.

Baca juga: Di Balikpapan, Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Dekat Perumahan

 

5. Masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit

Ilustrasi rumah sakitSHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Balikpapan AKP Costa Siahaan mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Polsek Balikpapan Utara untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, sambil menunggu hasil atopsi dari pihak rumah sakit.

"Ya, kita bekerja sama dengan pihak kepolisian dari Polsek Balikpapan Utara untuk melakukan penyelidikan terkait motif penemuan mayat di Graha Indah," katanya.

Selain itu, sambungnya. pihaknya juga masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit.

"Jadi belum bisa kita pastikan secara jelas bahwa mayat itu adalah korban pembunuhan karena belum ada hasil otopsi," tegasnya.

Baca juga: Terungkap, Ini 6 Fakta Perempuan Tewas Terbungkus Seprai

 

(Penulis: Rachawati | Editor: Rachawati)/TribunKaltim.com



Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Regional
PSBB Transisi Diperpanjang di Ambon, Wali Kota: Kita Belum Zona Kuning

PSBB Transisi Diperpanjang di Ambon, Wali Kota: Kita Belum Zona Kuning

Regional
Keraton Yogyakarta Ragu dengan Jumlah Emas Diklaim Trah HB II Telah Dijarah Inggris

Keraton Yogyakarta Ragu dengan Jumlah Emas Diklaim Trah HB II Telah Dijarah Inggris

Regional
Soal Tes Massal Covid-19, Ganjar Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Takut Soal Citra

Soal Tes Massal Covid-19, Ganjar Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Takut Soal Citra

Regional
Cegah Covid-19, Wagub NTB Minta Kepala Daerah Lebih Masif Lakukan Tracing

Cegah Covid-19, Wagub NTB Minta Kepala Daerah Lebih Masif Lakukan Tracing

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Agustus 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X