Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/10/2019, 12:26 WIB
Hamzah Arfah,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

GRESIK, KOMPAS.com - Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemala Bhayangkara di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur, merupakan salah satu dari beberapa sekolah bagi para penyandang disabilitas yang ada di Kota Santri.

Di sekolah ini, siswa tunawicara, tunarungu, tunanetra, hingga tunagrahita, memiliki kesempatan dalam menimba ilmu mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala SLB Bhayangkari Dede Idawati mengatakan, saat ini ada sebanyak 61 siswa dan siswi yang menimba ilmu di sekolah tersebut.

Selain ilmu eksak yang coba diberikan sesuai kemampuan, para siswa penyandang disabilitas juga perlahan diajari beberapa keterampilan.

"Untuk yang perempuan, kami coba bekali mereka dengan keterampilan tata boga, masak, buat kue dan makanan. Sementara yang laki-laki, ada keterampilan menyablon kaos," ujar Dede selepas menemani para siswa dan siswi melaksanakan upacara peringatan Sumpah Pemuda, Minggu (27/10/2019) sore.

Baca juga: Tonjolkan Keberagaman, PNS Gresik Upacara Sumpah Pemuda dengan Pakaian Adat

Pembekalan ini diberikan supaya mereka yang mampu menguasai keterampilan tersebut nantinya dapat mandiri di tengah masyarakat.

Diharapkan, mereka sekaligus dapat bersaing dalam mencari lapangan pekerjaan.

"Khusus untuk yang sablon kaos, sebenarnya kami perlu tempat untuk workshop. Sehingga ke depan, tidak perlu lagi membebani Kabupaten Gresik," kata Dede.

Kebutuhan tempat workshop, menurut Dede, nantinya bakal diperuntukkan bagi lulusan SLB yang bisa mendesain maupun menyablon kaos.

Dengan begitu, siswa yang ingin mencari rezeki dapat tersalurkan, Di sisi lain, bakat mereka dapat tetap terjaga dan tersalurkan.

Menurut Dede, beberapa lulusan SLB Kemala Bhayangkari yang mampu menguasai keterampilan desain dan sablon kaos, tidak mampu bersaing lantaran kurangnya pemahaman masyarakat tentang kemampuan mereka di bidang desain dan sablon kaos.

"Padahal, sejak kami mulai dua tahun lalu, kaos hasil karya para siswa ini tidak kalah dengan yang dihasilkan orang normal. Bahkan, kemarin sudah ada yang sempat beli itu dari Jawa Barat, Kalimantan, Bali, serta Makassar," ucap Dede.

Tak butuh waktu lama

Lailatul Mahmudah, salah seorang guru pembimbing keterampilan desain dan sablon kaos di SLB Kemala Bhayangkari mengatakan, tidak membutuhkan waktu lama untuk dapat mengajari konsep desain dan sablon kaos kepada para siswa.

Meski demikian, ia mengakui bahwa dibutuhkan ketelatenan dan keuletan dalam membimbing mereka.

"Pengalaman saya pribadi itu paling lama sepuluh kali pertemuan, agar siswa ini bisa desain dan sablon kaos. Meski biasanya banyak juga yang enam atau tujuh kali pertemuan sudah bisa," ujar Lailatul.

Untuk tahun ini, ada sebanyak 13 dari 61 siswa SLB Kemala Bhayangkari yang mengikuti kelas keterampilan desain dan sablon kaos.

"Paling sulit itu saat desain gambar di komputer, sebelum dijadikan cetakan sablon. Sementara proses paling lama, afdruk foto untuk dijadikan bahan sablon (cetakan)," kata Muhammad Rizky Khoirudin, siswa tunawicara kelas 10 SMP, dalam bahasa isyarat.

Dapat respons positif

Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani merasa pensaran dengan keahlian para siswa. Selepas mengikuti upacara Sumpah Pemuda, Yani kemudian melihat secara langsung beberapa kaos hasil karya para siswa penyandang disabilitas tersebut.

Ia pun langsung memesan beberapa kaos hasil karya mereka.

"Bagus, sangat luar biasa, tidak kalah dengan produksi orang normal (secara fisik). Ini menjadi bahan bagi saya, dan akan saya sampaikan hal ini, aspirasi ini, kepada teman-teman lain yang ada di Dewan (DPRD)," kata Yani.

Hal senada juga diutarakan oleh Wakapolres Gresik Kompol Dhyno Indra Setyadi, yang juga turut hadir dalam upacara Sumpah Pemuda di SLB Kemala Bhayangkari.

Selepas upacara, Dhyno sempat mencicipi hasil masakan siswi berkebutuhan khusus yang tergabung dalam keterampilan kelas tata boga.

"Dari karya yang dihasilkan seperti olahan keripik dan dikemas cukup bagus, juga kerajinan sablon kaos, saya rasa bisa bersaing dengan produk-produk yang lain. Tadi saya juga sudah mencicipi keripik buatan mereka, dan rasanya cukup enak," tutur Dhyno.

Baca juga: Dituduh Curi Cincin, Gadis di NTT Diikat lalu Dianiaya Kepala Desa dan Warga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berikan Alat Pemadaman Baru, Mbak Ita Minta Damkar Tingkatkan Pelayanan

Berikan Alat Pemadaman Baru, Mbak Ita Minta Damkar Tingkatkan Pelayanan

Regional
Salurkan Beasiswa Rp 693 Juta untuk Mahasiswa, Syamsuar: SDM Penting Dipersiapkan

Salurkan Beasiswa Rp 693 Juta untuk Mahasiswa, Syamsuar: SDM Penting Dipersiapkan

Regional
DPRKP Banten Ubah 109,42 Hektar Kawasan Kumuh Jadi Perumahan Rakyat Layak Huni

DPRKP Banten Ubah 109,42 Hektar Kawasan Kumuh Jadi Perumahan Rakyat Layak Huni

Regional
GNPIP Diresmikan, Pemprov Riau Tanam Ribuan Cabai untuk Kendalikan Inflasi

GNPIP Diresmikan, Pemprov Riau Tanam Ribuan Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Regional
Indeks Infrastruktur Kalbar Meningkat, Anggota DPR Syarif Abdullah Dorong Pembangunan Lebih Merata

Indeks Infrastruktur Kalbar Meningkat, Anggota DPR Syarif Abdullah Dorong Pembangunan Lebih Merata

Regional
Inovasi Faspol 5.0 Milik Warga Banjarnegara Berhasil Masuk Nominasi IGA 2023

Inovasi Faspol 5.0 Milik Warga Banjarnegara Berhasil Masuk Nominasi IGA 2023

Regional
Jaga Ketahanan Pangan di Semarang, Mbak Ita Luncurkan Program Perdu Semerbak

Jaga Ketahanan Pangan di Semarang, Mbak Ita Luncurkan Program Perdu Semerbak

Regional
Salurkan Rp 6,4 Triliun untuk 7.719 Desa, Khofifah: Demi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Salurkan Rp 6,4 Triliun untuk 7.719 Desa, Khofifah: Demi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Regional
Didoakan Jusuf Kalla Jadi Gubernur, Bang Zaki: Saya Konsentrasi Kerja di Jakarta

Didoakan Jusuf Kalla Jadi Gubernur, Bang Zaki: Saya Konsentrasi Kerja di Jakarta

Regional
Lantik 5 Pj Bupati dan Walkot, Gubernur Sulut Minta Mereka Jaga Integritas dan Tak Lupa Diri

Lantik 5 Pj Bupati dan Walkot, Gubernur Sulut Minta Mereka Jaga Integritas dan Tak Lupa Diri

Regional
Ikuti Verifikasi KKS, Bupati Kediri Paparkan Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Ikuti Verifikasi KKS, Bupati Kediri Paparkan Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Regional
Kediri Dholo KOM Challenge 2023 Diikuti Peserta Mancanegara, Mas Dhito Dukung agar Jadi Event Tahunan

Kediri Dholo KOM Challenge 2023 Diikuti Peserta Mancanegara, Mas Dhito Dukung agar Jadi Event Tahunan

Regional
Bersama Membangun Pulau Rempang

Bersama Membangun Pulau Rempang

Regional
Pemkot Medan Jalankan Pembangunan Infrastrukur, Bobby: Insya Allah Hasilnya Bermanfaat bagi Masyarakat

Pemkot Medan Jalankan Pembangunan Infrastrukur, Bobby: Insya Allah Hasilnya Bermanfaat bagi Masyarakat

Regional
Memahami Kereta Cepat Whoosh Lewat Tahu Bandung

Memahami Kereta Cepat Whoosh Lewat Tahu Bandung

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com