Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Kompas.com - 22/10/2019, 06:00 WIB
KEMAS--Salah satu anggota KUB Mugi Lancar, Desa Selopuro, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri mengemas keripik koro yang sudah dimasak. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIKEMAS--Salah satu anggota KUB Mugi Lancar, Desa Selopuro, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri mengemas keripik koro yang sudah dimasak.

Hanya saja, saat ini KUB-nya belum berani menjual di toko-toko makanan lantaran produksinya masih terbatas.

Ia mengkhawatirkan bila produknya dititipkan di toko-toko akan lama terjual. Selain itu, bila tidak laku bisa merugi karena masa berlaku produknya hanya satu bulanan saja. 

Sumarsih mengakui untuk mengembangkan usahanya selain terkendala modal juga terkait dengan pemasaran.

Sejatinya, kelompoknya siap memproduksi banyak bila distributor yang menjual langsung membayar dengan uang kontan. 

Selain itu, pemesanan mendadak tidak bisa dilayani karena proses pembuatan keripik koro yang memakan waktu lima hari. Setidaknya pemesan harus menunggu hingga lima hingga enam hari bila tidak ada stok keripik koro di rumah.

"Kami tidak bisa melayani pesanan yang mendadak karena prosesnya panjang," kata Sumarsih. 

Saat ini, satu bungkus keripik koro seberat 110 gram dijualnya Rp 10.000. Sementara bila di pasaran, harga keripik koro buatan kelompoknya dijual Rp 12.500 hingga Rp 15.000 perbungkus. 

Alternatif pangan masa depan

Tak hanya gurih cita rasa keripiknya, meski acapkali disebut makanan orang kampung, koro rupanya potensial menjadi salah satu bahan pangan masa depan.

Kandungan gizinya pun tidak kalah dengan kedelai. 

"Kandungan gizi per 100 gram koro benguk mengandung 23,4-31 protein, 3,4-5,1 kandungan lemak, 62,3-63,3 kandungan karbohidrat dan serat kasarnya mencapai 15,5-16,6," kata Nunik Sulistiyani, pendamping KUB Mugi Lancar dari Yayasan Gita Pertiwi. 

Selain kaya kandungan gizi, tanaman koro sifatnya adaptif. Dengan demikian tanaman ini dapat ditanam diberbagai tempat pada musim hujan dan panen saat musim kemarau sehingga bisa menambah penghasilan petani.

"Selain itu tanaman koro bisa menyuburkan tanah karena dapat perbaiki struktur tanah sendiri. Koro pun memiliki nilai plus. Satu tahun bisa ditanam dalam tiga musim tanam," demikian Nunik. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

Regional
Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Regional
Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Regional
Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Regional
Pemprov Jabar Mulai Persiapkan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Pemprov Jabar Mulai Persiapkan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Modus Pelaku Pembunuh Perempuan di Penginapan Palembang

Terungkap, Ini Modus Pelaku Pembunuh Perempuan di Penginapan Palembang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 11 Juli 2020

Regional
1.262 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan karena Bisul

1.262 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan karena Bisul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X