Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Kompas.com - 14/10/2019, 22:48 WIB
Rumah sakit darurat dr Ishak Umarela yang berada di lokasi pengungsian di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. KOMPAS.com/RAHMAN PATTYRumah sakit darurat dr Ishak Umarela yang berada di lokasi pengungsian di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

AMBON, KOMPAS.com - Ribuan pengungsi korban gempa menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit sejak hari pertama gempa hingga saat ini.

Di Kota Ambon, tercatat warga yang terdampak gempa yang dirawat di rumah sakit mencapai puluhan orang.  

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr Robert Chandra mengatakan, korban gempa bumi yang dirawat di RSUD dr Haulussy sampai saat ini sebanyak 22 orang.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5 Guncang Tenggara Cilacap, Terasa hingga Banjarnegara

Sementara di rumah sakit tentara dr Latumeten sebanyak 14 pasien, RS Sumber Hidup 7 orang RS Al-Fatah 1 orang, RS Bhayangkara 8 orang, RS Bakti Rahayu 1 orang, RSKD Nania 2 orang dan RS Hitive Kecil 3 orang. Ada pun di lokasi pengungsian sebanyak 16 orang yang hingga kini menjalani perawatan.

“Kebanyakan pasien yang dirawat ini menderita cedera akibat tertimpa reruntuhan bangunan, ada juga yang asma dan jantung," ujar Robert kepada waratwan di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Senin (14/10/2019) malam.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, dr Jeni Adijaya mengatakan, korban gempa di Maluku Tengah yang menjalani perawatan di rumah sakit sejak 26 September lalu lebih dari 2.000 orang, dengan rincian di Kecamatan Salahutu yakni di posko Suli sebanyak 860 orang, posko Waai 650 orang, posko Tulehu 648 orang dan posko Liang 57 orang.

Ada pun di Pulau Haruku, posko Desa Pelauw jumlah pasien 70 orang, Desa Oma dan Haruku Sameth 528 orang dan di Leihitu 549 orang.

“Kebanyakan pasien menderita sakit ISPA, rata-rata  pengungsi karena berada di daerah di tenda-tenda, sehingga mudah terpapar dan sakit," tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat dr Yohanes Tapan mengatakan, pasien yang melakukan pengobatan di RSUD Piru dan sejumlah puskesmas sejak gempa pertama hingga saat ini tercatat sebanyak 3.031 orang.

Rinciannya, di Puskesmas Piru sebanyak 61 orang, Kairatu Barat 388 orang, Kairatu 689 orang, Waimital-Rindam 900 orang, Amalatu 511 orang, Elpaputi 93 orang, Tanah Goyang 98 orang dan Luhu 175 orang.

“Kemudian korban yang masih dirawat-inapan di RS Piru sebanyak 16 orang. Sedangkan ibu melahirkan sebanyak 6 orang," katanya.

Baca juga: Fakta di Balik Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Pemberlakuan Tarif Tak Disosialisasikan

Sekretaris Daerah Maluku, Kasrul Selang mengatakan, selama masa tanggap darurat, seluruh pengungsi yang berobat baik di puskesmas maupun di rumah sakit ditanggung oleh pemerintah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Kapolda Papua Ungkap Kekuatan KKB di Intan Jaya dan Jumlah Senjatanya

Regional
Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Orangtua Siswa Positif Covid-19, 2 SMP di Toraja Utara Ditutup

Regional
Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Jadi Calon Wali Kota Solo, Kekayaan Gibran Rp 21,1 Miliar

Regional
Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Rektor IPB University Dinyatakan Sembuh dari Corona

Regional
Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Biarkan Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Polisi: Tak Elok Kami Naik Panggung Hentikan Paksa

Regional
Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Terjadi Lagi, Seorang Dokter di Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Muncul Klaster Covid-19, Seluruh Ponpes di Banyumas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Regional
8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Regional
Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Regional
Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Regional
31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

Regional
Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X