Keracunan Umbi Gadung, 5 Siswa SD Dilarikan ke Puskesmas

Kompas.com - 10/10/2019, 18:30 WIB
Petugas medis Puskesmas CIkalongkulun, Cianjur, Jawa Barat sedang menangani seorang siswa SD yang mengalami keracunan usai makan umbi gadung, Kamis (10/10/2019). KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANPetugas medis Puskesmas CIkalongkulun, Cianjur, Jawa Barat sedang menangani seorang siswa SD yang mengalami keracunan usai makan umbi gadung, Kamis (10/10/2019).

CIANJUR, KOMPAS.com – Lima orang siswa SD Bojong, Desa Gudang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dilarikan ke puskesmas setempat setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi umbi gadung.

Para korban mengalami gejala gatal di tenggorokan, pusing, mual, dan muntah-muntah usai mengonsumsi tanaman umbi-umbian yang mereka temukan di sebuah areal di belakang sekolah.

Kepala SDN Bojong, Ade menyebutkan, ada lima orang siswa kelas empat yang menjadi korban keracunan umbi gadung tersebut.

“Informasinya mereka habis makan gadung lalu mengeluh tenggorokan gatal-gatal dan mual. Lalu kami bawa semuanya ke puskesmas agar bisa segera ditangani,” kata Ade kepada Kompas.com, Kamis.

Baca juga: Kesaksian Warga Korban Keracunan Gas Klorin di Cianjur, Sesak Napas hingga Mata Berair

Ade menyebutkan, beberapa jam setelah mendapatkan pertolongan medis, kondisi para korban berangsur membaik dan pulih.

“Alhamdulillah, tidak ada yang sampai harus rawat inap, sudah berangsur pulih sehingga diperbolehkan pulang, namun masih harus kontrol,” ucapnya.

Khadijah (30), orangtua siswa yang menjadi korban keracunan menyebutkan, selepas mengikuti pelajaran olahraga, anaknya bersama siswa lain bermain di sekitar sekolah.

“Mereka nemu tanaman seperti bengkuang, lalu dimakan bersama-sama. Namun setelah itu mengalami pusing dan mual-mual,” katanya.

Baca juga: 17 Warga di Cianjur Alami Keracunan Gas Klorin

Khadijah menyebutkan, anaknya sempat mengeluhkan seluruh wajahnya gatal setelah mengonsumsi mentah-mentah umbi gadung tersebut.

“Sekarang sudah mendingan dan diperbolehkan pulang, namun harus tetap kontrol ke sini (puskesmas) selama dua hari,” ujarnya.

Umbi gadung atau dalam bahasa ilmiahnya Dioscorea hispida merupakan sejenis umbi-umbian yang dapat dimakan. Biasanya diolah dengan cara direbus atau dijadikan keripik.

Namun jika tidak benar dalam pengolahannya, mengonsumsi umbi gadung bisa mengalami gejala keracunan karena umbi jenis ini mengandung racun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Geger Penemuan Jenazah Bocah Perempuan Terbungkus Karung di Pinggir Jalan Subang

Regional
Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Satpam Meninggal di Kamar Kos Saat Isolasi Mandiri, Diketahui Punya Penyakit Penyerta

Regional
Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Banjir Rendam 8 Desa di Nunukan, Kalimantan Utara, 2.752 Jiwa Terdampak

Regional
'Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan'

"Makanan Belum Habis, Tenda Terpal Kami Beterbangan"

Regional
Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Galon hingga Tabung Gas di Rumah Korban Sriwijaya Air Digondol Maling, Ini Ceritanya

Regional
Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Putri Wahyuni Jadi Korban Sriwijaya Air, Keluarga: Dia Segala-galanya bagi Kami

Regional
Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Tahanan di Lapas Indramayu Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Regional
Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Ayah dan Ibu Tak Berhenti Menangis Sambil Peluk Peti Jenazah Putri, Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Hoaks Soal Gempa Besar Mamuju, Kepala BMKG: Seandainya Benar, Aku Sudah Lari Duluan

Regional
Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Polres HSU Kalsel Kebanjiran, 11 Tahanan Dititipkan ke Lapas Amuntai

Regional
Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Viral Video CCTV Rekam Tabrakan Antar-Sepeda Motor, Pengendara Terpental

Regional
Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Beredar Prediksi Gempa Lebih Besar dan Warga Harus Tinggalkan Mamuju, BMKG: Hoaks

Regional
Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Pemuda Ini Bunuh Pamannya Gegara Harta Warisan, Ditembak Polisi Saat Hendak Kabur dan Terancam Hukuman Mati

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 17 Januari 2021

Regional
Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Melanggar PTKM, Satgas Covid-19 Gunungkidul Bubarkan Acara Hajatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X