Kesaksian Warga Korban Keracunan Gas Klorin di Cianjur, Sesak Napas hingga Mata Berair

Kompas.com - 01/10/2019, 08:14 WIB
Seorang korban keracunan gas klorin dari bak penampungan air di Cianjur, Jawa Barat dibawa ke IGD RSUD Sayang, Cianjur guna menjalani penanganan medis, Senin (30/09/2019) malam. IstimewaSeorang korban keracunan gas klorin dari bak penampungan air di Cianjur, Jawa Barat dibawa ke IGD RSUD Sayang, Cianjur guna menjalani penanganan medis, Senin (30/09/2019) malam.

KOMPAS.com - Kebocoran tabung gas klorin dari bak penampungan milik Perumdam Tirta Mukti Cianjur, membuat belasan warga Kampung Ciajag III, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami sesak napas, tenggorokan kering dan mata berair, Senin (30/9/2019).

Salah seorang korban, Fitri (28) mengaku, saat terjadi insiden tersebut dirinya sedang beristirahat di dalam rumah. Tiba-tiba dirinya merasakan sesak nafas dan mata menjadi perih.

“Saya tidak sempat menjauh untuk menghindari udara yang terkontaminasi gas bocor itu. Yang kena ternyata bukan saya saja, yang juga banyak,” ujar dia.

Baca juga: 17 Warga di Cianjur Alami Keracunan Gas Klorin

Hal tersebut dibenarkan oleh Sugilar, Ketua RW 005, saat itu dirinya melihat warga tiba-tiba berhamburan lari ke luar rumah karena mencium bau menyengat.

“Awalnya kejadiannya, saya tidak tahu persis. Apakah meledak itu tabung atau bocor. Tiba-tiba saja warga pada berhamburan ke luar karena merasa sesak nafas dan tercium bau menyengat,” kata dia.

Sugilar menjelaskan, dari laporan yang diterimanya ada sekitar 17 warga yang dilarikan ke rumah sakit pasca-insiden tersebut.

“Sebelas orang dibawa ke rumah sakit dan ada enam orang mendapatkan perawatan di Klinik Assidiq Ciwalen,” tutur Sugilar kepada wartawan, Senin malam.

Baca juga: Fakta Kematian Mahasiswa Unila Saat Diksar Mapala, Sempat Izin Ikut Demo hingga Diduga Kelelahan

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti, Cianjur, Budi Karyawan, menjelaskan, telah terjadi kebocoran pada tabung gas klorin di bak penampungan air bersih tersebut.

Pihaknya meminta maaf kepada warga dan akan menanggung semua biaya perawatan para korban.

“Kami menggunakan klorin ini yang dimasukkan ke dalam air untuk membunuh bakteri, dan ini sudah berlangsung puluhan tahun dan tidak pernah ada masalah, baru kali ini terjadi (kebocoran tabung gas klorin),” tutur Budi, kepada wartawan.

Menurut Budi, saat ini lokasi di sekitar bak penampungan sudah steril dan diharapkan tidak lagi ada kebocoran. Sementara itu, warga yang sempat dilarikan ke rumah sakit, sudah diperbolehkan pulang.

Sumber: KOMPAS.com (Firman Taufiqurrahman)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Regional
Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Regional
Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Regional
Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kata Buya Syafii Jika Ahok Jadi Bos BUMN | Teror Sengatan Tawon Ndas

[POPULER NUSANTARA] Kata Buya Syafii Jika Ahok Jadi Bos BUMN | Teror Sengatan Tawon Ndas

Regional
Kalsel Pasang Target Jadi Penyangga Sektor Pangan untuk Ibu Kota Baru

Kalsel Pasang Target Jadi Penyangga Sektor Pangan untuk Ibu Kota Baru

Regional
Polisi Tangkap Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur

Polisi Tangkap Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur

Regional
Kasus Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Pelaku Beraksi di Pinggir Jalan

Kasus Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Pelaku Beraksi di Pinggir Jalan

Regional
Buka Fornas V di Kaltim, Menpora: Tak Butuh Banyak Dana Kita Bisa Olahraga

Buka Fornas V di Kaltim, Menpora: Tak Butuh Banyak Dana Kita Bisa Olahraga

Regional
Dampak Gempa Maluku Utara, 36 Bangunan Rusak hingga 3 Orang Terluka

Dampak Gempa Maluku Utara, 36 Bangunan Rusak hingga 3 Orang Terluka

Regional
18 Tersangka Kasus Bom Bunuh Diri di Medan Diduga Simpatisan ISIS

18 Tersangka Kasus Bom Bunuh Diri di Medan Diduga Simpatisan ISIS

Regional
Terkait Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, 18 Orang Jadi Tersangka

Terkait Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, 18 Orang Jadi Tersangka

Regional
Polisi Tembak Mati Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Polisi Tembak Mati Perakit Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diguncang Gempa, BPBD Manado dan Bitung Nyatakan Belum Ada Kerusakan

Diguncang Gempa, BPBD Manado dan Bitung Nyatakan Belum Ada Kerusakan

Regional
Bom dan Senpi Rakitan Diamankan dari Terduga Teroris di Sumut

Bom dan Senpi Rakitan Diamankan dari Terduga Teroris di Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X