Menderita Tulang Keropos, Manajer PT SSS Tersangka Karhutla Ajukan Penangguhan Penahanan

Kompas.com - 09/10/2019, 06:55 WIB
Polda Riau menggelar konferensi pers penetapan tersangka Direktur Utama dan Manager Operasional PT SSS terkait kasus karhutla di Pekanbaru, Riau, Selasa (8/10/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGPolda Riau menggelar konferensi pers penetapan tersangka Direktur Utama dan Manager Operasional PT SSS terkait kasus karhutla di Pekanbaru, Riau, Selasa (8/10/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Ditreskrimsus Polda Riau menahan Manajer Operasional PT SSS, AOH, terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau.

AOH yang saat ini telah berstatus tersangka ditahan sejak Senin (7/10/2019), usai dilakukan pemeriksaan.

Terkait penahanan itu, kuasa hukum tersangka AOH, Mahfuzat Zen akan mengajukan penangguhan penahanan.

Dia menyebut, salah satu alasan karena kliennya yang kini berusia 53 tahun itu menderita tulang keropos.

"Banyaklah alasannya, salah satu alasan klien saya ini ada mengalami penyakit tulang kropos. Jadi, itu memang perlu penanganan khusus dari dokter spesialis," ujar Zen usai mendampingi AOH dalam konferensi pers yang digelar Ditreskrimsus Polda Riau, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: PT SSS Jadi Tersangka Karhutla Riau, Disebut Lalai dan Sengaja Bakar Hutan dan Lahan

Zen mengatakan, PT SSS tidak terlibat secara langsung dengan karhutla tersebut, baik sengaja atau menyuruh orang untuk membakar hutan.

"Dari hasil penyelidikan dan penyidikan (kepolisian) tidak ada ditemukan seperti itu. Cuma, karena undang-undang (UU) mengharuskan bahwa setiap pemilik konsesi, pemilik izin usaha perkebunan menjaga arealnya dari pada adanya tindak pidana kebakaran ini," kata Zen.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Kepri Positif Corona, Sudah 739 Warga Tanjungpinang Jalani Swab

Gubernur Kepri Positif Corona, Sudah 739 Warga Tanjungpinang Jalani Swab

Regional
Layanan Jenguk Ditutup, RSUD 45 Dinyatakan Klaster Baru Covid-19

Layanan Jenguk Ditutup, RSUD 45 Dinyatakan Klaster Baru Covid-19

Regional
25 Karyawan Perusahaan di Pesisir Barat Lampung Positif Covid-19

25 Karyawan Perusahaan di Pesisir Barat Lampung Positif Covid-19

Regional
Laporkan Jerinx SID ke Polisi, IDI Bali: Organisasi Kami Merasa Terhina

Laporkan Jerinx SID ke Polisi, IDI Bali: Organisasi Kami Merasa Terhina

Regional
Utamakan Keselamatan Anak, Pemkot Serang Perpanjang Belajar Online

Utamakan Keselamatan Anak, Pemkot Serang Perpanjang Belajar Online

Regional
Korsleting Listrik, Ruang Operasi RS Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Terbakar

Korsleting Listrik, Ruang Operasi RS Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta Terbakar

Regional
Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Tanpa Bantuan Medis

Detik-detik Seorang Ibu Melahirkan di Atas Mobil Patroli Polisi Tanpa Bantuan Medis

Regional
Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Petani Pembakar Lahan Ditangkap, Walhi Minta Jangan Langsung Dipenjara

Regional
Hindari Kecurangan, Pembagian Daging Kurban Pakai Barcode

Hindari Kecurangan, Pembagian Daging Kurban Pakai Barcode

Regional
Polisi: Bos Arisan HA Dilaporkan Atas Dugaan Tindak Pidana dan Pelanggaran UU Perbankan

Polisi: Bos Arisan HA Dilaporkan Atas Dugaan Tindak Pidana dan Pelanggaran UU Perbankan

Regional
Citilink Pastikan Penumpang Pesawat Surabaya-Pontianak Memenuhi Syarat Terbang

Citilink Pastikan Penumpang Pesawat Surabaya-Pontianak Memenuhi Syarat Terbang

Regional
Unair: Keluarga Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Menyesalkan Perbuatan Anaknya

Unair: Keluarga Terduga Pelaku Fetish Kain Jarik Menyesalkan Perbuatan Anaknya

Regional
2 Bocah Kakak Beradik Hilang di Hutan, Tim SAR: Ada Jejak Kaki Anak-anak

2 Bocah Kakak Beradik Hilang di Hutan, Tim SAR: Ada Jejak Kaki Anak-anak

Regional
18 Nakes dan 1 Petugas Kebersihan RSUD 45 Kuningan Positif Covid-19

18 Nakes dan 1 Petugas Kebersihan RSUD 45 Kuningan Positif Covid-19

Regional
Tak Terima Disebut Kacung WHO, IDI Laporkan Jerinx SID ke Polisi

Tak Terima Disebut Kacung WHO, IDI Laporkan Jerinx SID ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X