Propam Periksa 9 Polisi yang Diduga Represif Saat Demo, 2 Ditahan

Kompas.com - 29/09/2019, 18:19 WIB
Kapolda Sulsel Irjen Pol Guntur Laupe saat diwawancara di Rumah Sakit Awal Bros Makassar usai demo ricuh di gedung DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019). KOMPAS.COM/HIMAWANKapolda Sulsel Irjen Pol Guntur Laupe saat diwawancara di Rumah Sakit Awal Bros Makassar usai demo ricuh di gedung DPRD Sulsel, Selasa (24/9/2019).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Bidang Propam Polda Sulsel memeriksa 9 aparat kepolisian  terkait aksi represif yang dilakukannya terhadap mahasiswa dan wartawan terkait rentetan aksi di kota Makassar yang dimulai 24 September 2019 lalu. 

Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe mengatakan bahwa Propam Polda Sulsel sudah menahan dua pelaku pemukulan jurnalis LKBN Antara Darwin Fathir yang mengalami luka di sekujur tubuh saat meliput aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Selatan. 

"Kalau yang wartawan itu masih dalam pemeriksaan juga dua orang. Masih di Propam. Yang jelas dia melakukan pemukulan kepada salah satu wartawan Antara," kata Guntur sewaktu diwawancara di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, Sabtu (28/9/2019) lalu. 

Baca juga: Kapolda Sulsel: Sopir Rantis yang Tabrak Mahasiswa Diproses Hukum

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Soendani yang ditemui di Rumah Sakit Ibnu Sina, Minggu (29/9/2019) pagi mengatakan, ada 3 anggota polisi yang diperiksa terakit pemukulan terhadap jurnalis. 

Selain itu, dua anggota polisi yang memasuki masjid untuk melakukan penangkapan kepada mahasiswa juga sedang dalam pemeriksaan oleh Propam Polda Sulsel. 

Empat aparat lainnya yang kini diperiksa terkait peristiwa kendaraan taktis aparat yang menabrak mahasiswa dan seorang driver ojek online.

"Kabid Propam melakukan investigasi, mengumpulkan alat bukti untuk menetapkan seseorang ini bersalah atau tidak," kata Dicky. 

Baca juga: Demo di Makassar Kembali Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Dicky mengatakan, ada mekanisme tertentu yang dibuat tim Propam untuk menentukan apakah kesalahan aparat tersebut masuk dalam ranah sidang disiplin atau sidang kode etik. 

"Sebenarnya apa yang dilakukan anggota pada saat dia menabrak pengunjuk rasa itu adalah faktor ketidaksengajaan," kata Dicky. 

"Juga terhadap anggota yang melakukan upaya penangkapan di masjid, kita akan tanya dia kenapa kamu masuk ke masjid pasti pertimbangannya untuk menangkap pelaku pelemparan tapi semua ini akan kita kaji pasti ada sanksi, kita akan transparanlah," ujarnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Regional
Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Regional
Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Regional
Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Regional
Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Regional
Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Regional
Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Regional
Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X