Kompas.com - 19/09/2019, 23:35 WIB
Dandim 0404 Muara Enim Letkol Syafrudin memberi arahan kepada opeator eksavator untuk membuat sekatan berupa kanal di lokasi yang belum terbakar untuk mencegah api makin meluas KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGDandim 0404 Muara Enim Letkol Syafrudin memberi arahan kepada opeator eksavator untuk membuat sekatan berupa kanal di lokasi yang belum terbakar untuk mencegah api makin meluas

MUARA ENIM, KOMPAS.com-Pembuatan galian sekat untuk memotong rembetan api yang membakar lahan gambut agar tidak makin meluas di Desa Kayuara Batu, Kecamatan Muara Belida, Muara Enim, Sumatera Selatan sudah mencapai panjang 3250 meter.

Sekat itu berada di empat lokasi dan diharapkan dapat menanggulangi kebakaran lahan gambut di daerah itu.

Satu dari empat alat berat jenis ekskavator yang dikerahkan,  Kamis (19/9/2019) terus bekerja menggali bekas kanal lama yang sudah dangkal.

Baca juga: Cegah Api Menyebar, Pemerintah Bikin Sekat di Lokasi Kebakaran Gambut

 

Alat berat itu dengan tangkas menggali tanah lalu memindahkan ke tempat lain. Alat berat itu sudah tiga hari terus bekerja bahkan hingga malam untuk membuat sekatan secara cepat.

Sementara. di beberapa lokasi, sekatan berupa kanal dengan lebar 4 meter dan dalam sekitar 3 meter, sudah terlihat menyekat lahan sisi yang terbakar dengan sisi lahan yang belum terbakar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komandan Kodim 0404 Muara Enim Letkol Syafrudin yang memimpin pembuatan kanal mengatakan, selama tiga hari ini sekatan yang dibuat sudah mencapai panjang 3250 meter.

3250 meter sekatan itu terbagi di empat lokasi masing-masing di blok A10 sepanjang 850 meter, di blok B850 meter, blok 5B 850 meter dan blok 1A 700 meter.  

“Pengerjaan pembuatan sekatan akan terus dilakukan, targetnya hingga api tidak bisa menyebar lagi,” katanya saat memantau pembuatan sekatan didampingi Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono.

Baca juga: Kebakaran Hutan Gunung Panderman, Rusak Habitat Elang Jawa hingga Sekat Titik Api

Syafrudin menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan air bagi petugas pemadaman darat maka ia sudah memerintahkan operator alat berat untuk membuat spot-spot tempat penampungan air.

“Saat ini dari pantauan udara kondisi di lokasi sini mulai membaik dengan makin berkurangnya lahan yang terbakar,” jelasnya

Sementara itu, di lokasi kebun sawit Desa Kayuara Batu yang sudah 1 minggu ini terbakar, api terlihat masih menyala membakar lahan  gambut di lokasi tersebut.

Asap sisa lahan gambut yang terbakar tampak masih membumbung ke udara. Sejumlah pohon sawit yang akarnya dimakan api juga tampak bertumbangan di lokasi tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X