Hingga Minggu, Polda Riau Sudah Tetapkan 47 Tersangka Kasus Karhutla

Kompas.com - 15/09/2019, 13:32 WIB
Warga Riau yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ) gelar aksi pakai masker di Car Free Day (CFD), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, sebagai bentuk kepedulian bencana kabut asap di Provinisi Riau, Minggu (15/9/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVIWarga Riau yang tergabung dalam Persatuan Masyarakat Riau Jakarta (PMRJ) gelar aksi pakai masker di Car Free Day (CFD), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, sebagai bentuk kepedulian bencana kabut asap di Provinisi Riau, Minggu (15/9/2019).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Riau, Sumatera, kembali bertambah.

Pada Minggu (15/9/2019), Polda Riau telah menetapkan 47 individu sebagai tersangka. Sementara, berdasarkan data per Jumat (13/9/2019), terdapat 44 tersangka karhutla di Riau.

"Jumlah tersangka karhutla di Riau sebanyak 47 orang dengan luas areal terbakar 504,755 hektar," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (15/9/2019).

Sementara itu, Polda Riau juga telah menetapkan satu korporasi terkait karhutla di daerah tersebut, yaitu PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS).

Baca juga: Pakai Masker, Warga Bentangkan Spanduk Riau Dibakar Bukan Terbakar di CFD

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dari pihak invididu di internal perusahaan.

Dedi mengatakan, polisi masih mendalami dugaan kelalaian dari pihak internal perusahaan yang menyebabkan kebakaran. Untuk itu, polisi telah memeriksa puluhan saksi.

"Untuk kasusnya PT SSS, sudah 42 orang diperiksa sebagai saksi," ungkap Dedi.

Dedi merinci, polisi setempat telah memeriksa sebanyak 25 orang saksi dari jajaran internal perusahaan tersebut.

Kemudian, 8 saksi dari pihak masyarakat dan 7 orang saksi ahli.

"Masih dibutuhkan keterangan dari beberapa saksi ahli lainnya," ujar Dedi.

Kondisi Riau hingga Minggu (15/9/2019) ini masih mengalami kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Infromasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan, pada Minggu (15/9/2019) pagi, jarak pandang di Riau hanya mencapai 1 kilometer saja pada pukul 07.00 WIB.

"Umumnya Riau masih berasap, jarak pandang 1 kilometer tadi pagi jam 7," kata dia melalui keterangan tertulisnya, Minggu (15/9/2019).

Dia mengatakan, kabut asap yang terjadi di Riau juga tidak hanya berasal dari karhutla yang terjadi di Riau.

Karhutla yang juga terjadi di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi menyumbang asap ke wilayah Riau.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X