Setahun Jadi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil Pamer 49 Penghargaan

Kompas.com - 06/09/2019, 23:28 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Dokumentasi Pemprov JabarGubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjawab kritikan DPRD Jabar yang menilai setahun kinerjanya beberapa kali memunculkan kontroversi seperti Taman Dilan, wacana pemindahan pusat pemerintahan, serta hubungan tak harmonis dengan anggota legislatif.

Menurutnya, kontroversi yang mengiringi setahun perjalanannya sebagai gubernur Jabar tak lebih banyak dari capaian penghargaan yang Pemprov Jabar terima. Ia menyebut, selama setahun Pemprov Jabar sudah menerima 49 penghargaan dari berbagai pihak.

"Saya kira imbangi saja dengan pencapaian yang wajar. Saya menduga isu polemik lebih banyak dikonsumsi secara banyak, tapi bukan jumlahnya tapi intensitas pembacanya," ujar Emil, sapaan akrabnya usai mengisi acara setahun kepemimpinannya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (6/9/2019) sore.

"Pencapain kita kan tadi 49 penghargaan. Perubahan itu mau dibahas atau tidak. Jangan-jangan tidak mau dibahas karena tidak ada polemiknya." 

Emil justru meminta semua pihak khususnya media untuk bersikap adil dalam memantau kinerjanya bersama Uu Ruzhanul Ulum.

"Jangan selalu mengisi ruang ruang informasi publik masyarkat dengan hal hal yang sepele tapi polemik, kita fokuskan dan mohon bantuan media untuk diimbangi secara fair," ungkapnya.

Baca juga: Banyak Program Pemprov Terpusat di Bandung, Ini Pembelaan Ridwan Kamil

Kinerja kepala daerah

Emil pun mengakui banyak program yang belum bisa dirasakan dalam setahun kepemimpinannya. Dalam teori demokrasi, kata Emil, kinerja kepala daerah baru bisa dirasakan di tahun ketiga masa kepemimpinan.

"Tahun pertama membangun pondasi membereskan, tahun ke dua mengakselerasi, tahun ketiga meraih hasilnya.

Selain itu, Emil juga membantah adanya sumbatan komunikasi baik dengan kepala daerah maupun dengan anggota dewan.

Ia menjelaskan, di masa kepemimpinannya ia membuka ruang diskusi bagi para kepala daerah lewat program Kopdar (Koordinasi Penyelenggara Pemerintah Daerah) yang diadakan secara periodik.

"Saya kira kalau wartawan mau menuliskan dengan fair di zaman saya dihadirkan Kopdar. Selama lima tahun dulu di zaman kepemimpinan sebelumnya tidak pernah sekalipun kepala daerah diadakan pertemuan formal kan. Setahun tiga kali," ungkapnya.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X