Banyak Program Pemprov Terpusat di Bandung, Ini Pembelaan Ridwan Kamil

Kompas.com - 06/09/2019, 22:53 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil saat ditemui usai mengisi kuliah di Sekolah Pimpinan Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (4/9/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil saat ditemui usai mengisi kuliah di Sekolah Pimpinan Polri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (4/9/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pembangunan desa jadi prioritas dalam janji kampanye Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dalam memimpin Provinsi Jawa Barat.

Namun hal itu kontradiktif dengan hasil evaluasi anggaran tahun 2019 yang dirilis oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar.

Dalam persebaran lokasi kegiatan belanja langsung tahun 2019, Bappeda mencatat 2.580 kegiatan terkonsentrasi di Kota Bandung dengan anggaran mencapai Rp 5,5 triliun lebih.

Sementara kegiatan untuk kabupaten lainnya hanya menyerap Rp 3,3 trilun dengan total 1.648 kegiatan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkilah, sebaran kegiatan banyak terkonsentrasi di Kota Bandung lantaran bantuan keuangan Kota Bandung relatif lebih kecil dari wilayah lain.

"Kalau mau fair ya Kota Bandung itu dalam bantuan keuangan hanya Rp 100 miliar. Paling banyak Tasik Rp 400. Jadi Bandung itu saya enggak tahu rangking 14 atau 15 (dalam bantuan keuangan)," ungkap Emil, sapaan akrabnya, usai mengisi acara peringatan setahun kepemimpinannya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (6/9/2019) sore.

Baca juga: Setahun Pimpin Jabar, Pengamat Sebut Ridwan Kamil-Uu Punya Masalah Komunikasi

Bantah prioritaskan Bandung

Emil menjelaskan, banyaknya kegiatan belanja daerah di Kota Bandung tak serta merta mengindikasikan kurang meratanya pembangungan.

Ia pun membantah terlalu memprioritaskan Kota Bandung yang ia pimpin pada periode 2013-2018.

"Jadi beritanya mungkin banyak diberitakan di Bandung, tapi kalau dari sisi pemerataan pembangunan Bandung tidak di depan. Tidak mengindikasikan saya mantan wali kota terus Bandung didahulukan. Dengan bantuan keuangan justru Bandung di 2-3 terakhir," ucapnya.

Emil menjelaskan mengapa desa menjadi prioritasnya dalam membangun Jabar.

Ia mengatakan, desa perlu didorong lantaran banyak hambatan dalam mengakses berbagai fasilitas.

"Karena Indonesia bukan hanya kota, dan orang desa lebih banyak kurangnya dalam hal mengakses peluang.  Makanya tugas kita yang mempunyai kekuasaan punya ilmu mendorong mereka mereka yang memiliki keterbatasan dalam hal akses informasi, anggaran dan lain lain," jelasnya. 

Baca juga: Setahun Pemerintahan Ridwan Kamil-Uu, DPRD Jabar: Gembar-gembor Program, Serapan Minim



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

Regional
Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X