Dari Lawang Sewu hingga Gedung Birao Tegal, Jejak Persaingan Bisnis Transportasi Kereta Api (BAGIAN II)

Kompas.com - 06/09/2019, 08:05 WIB
Suasana gedung bekas kantor pusat NISM, Lawang Sewu, di Semarang pada Juli 2019 lalu. J OsdarSuasana gedung bekas kantor pusat NISM, Lawang Sewu, di Semarang pada Juli 2019 lalu.

LAWANG SEWU menjadi objek wisata yang kini banyak menarik perhatian turis dalam negeri berkat penanganan PT KAI bekerjasama dengan Pemerintah Jawa Tengah dan kota Semarang serta pihak-pihak terkait.

Koordinasi pengelolaan Lawang Sewu antara pihak-pihak terkait cukup bagus, walau masih jauh dari memuaskan. Tidak mudah, seperti tidak mudahnya puluhaan perusahaan kereta api swasta Belanda berkoordinasi di masa pemerintahan Kerajaan Belanda di Indonesia 150 tahun lalu.

Kesemrawutan di masa penjajahan Belanda itu juga bagian dari pewarisan budaya untuk masa kini.

Tulisan ini bagian kedua, baca juga bagian pertama dari tulisan ini: Kisah Marta, “Ciblek Lawang Sewu” (BAGIAN I)

Baca juga: Warisan Sejarah Perebutan Kue Pembangunan Transportasi Kereta Api (BAGIAN III - Habis)

Lawang Sewu didirikan mengikuti kesuksesan NISM membangun sistem trasportasi kereta api. Sukses NISM membuat banyak pihak, termasuk Pemerintah Kerajaan Belanda, mendirikan perusahaan kereta api di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi Selatan.

Setelah belasan perusahaan kereta api dan trem Belanda bermunculan di Jawa terjadilah persaingan. Muncul adu gengsi, selain berebut roti ekonomi (dari produk hasil bumi dan tambang) di antara para pengusaha swasta dan tentu pemerintah.

Pemerintah Belanda, tahun 1875 mendirikan perusahaan kereta api Staatspoorwegen (SS). SS berdiri 10 tahun setelah NISM mencapai kesuksesan membangun sistem transportasi kereta api dan mengeruk keuntungan hasil bumi (termasuk minyak bumi dan bahan bangunan) di Jawa .

Dibandingkan dengan bangunan istana-istana untuk para gubernur jenderal Belanda di Indonesia (Istana Negara, Istana Merdeka, dan Istana Bogor), Lawang Sewu nampak jauh lebih mentereng.

Beberapa tahun kemudian, perusahaan kereta api swasta Belanda lainnya, de Semarang - Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), mendirikan kantor pusatnya di kota Tegal. Kantor pusat SCS berlantai empat ini juga sering disebut Gedung Birao Tegal.

Gedung SCS juga sudah ditetapkan sebagai situs budaya. Untuk mengundang para turis luar negeri, pengelola gedung ini, PT Kereta Api Indonesia (Pesero) masih perlu berjuang atau berfikir keras tentang bagaimana caranya melakukan hal itu.

“Sampai sekarang para pengunjung Kantor SCS ini adalah para pejabat pemerintah, direksi PT KAI dan keluarga pegawai KAI,” ujar Kepala Stasiun Tegal Tarmudi.

Seorang menteri ketika datang ke tempat ini hanya bisa bilang ornamen gedung ini mengagumkan dan memesona. Tapi untuk membuat gedung itu dikelola sehingga menjadi objek turis yang dikerumuni turis luar negeri sampai seperti cendol, masih jauh dari kenyataan.

Kantor SCS yang angker

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Regional
Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

Regional
Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Kisah Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya, Harganya Rp 7000 Semangkuk

Regional
Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Video Viral Mobil Patroli Kejar Truk di Tol, Sopir Tetap Melaju Kencang Saat Dihentikan Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Mengungkap Fakta Mayat Perempuan Setengah Telanjang yang Ditemukan Tewas di Tengah Sawah, Diduga Dibunuh

Regional
Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Terjangkit Covid-19 Setelah Divaksinasi, Ini Kata Bupati Sleman

Regional
Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Sederet Kisah Anak Laporkan Ibu Kandung, Gegara Harta hingga Luka Terkena Kuku

Regional
Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Cerita Pria Cianjur Hidup Lagi Setelah 2 Kali Dikira Mati, Dede: Saya Ingat Betul Bawa jasadnya

Regional
Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Protes Sikap Ketua DPRD, Anggota Dewan Segel Ruangan: Jangan Anggap Kami Seperti Anak Buah

Regional
Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Tak Ada Gugatan Hasil Pilkada, Eistianah Ditetapkan sebagai Bupati Demak Terpilih

Regional
KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

KPU Tetapkan Wabup Petahana sebagai Bupati Blora Terpilih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X