Warisan Sejarah Perebutan Kue Pembangunan Transportasi Kereta Api (BAGIAN III - Habis)

Kompas.com - 07/09/2019, 08:05 WIB
Dirut PT KAI Edi Sukmoro dan para direksinya sedang memeriksa rel kereta api di lintasan Bogor-Bandung di kecamatan Ciranjang, Cianjur, pada Februari 2019 lalu. Lalu lintas kereta api Bogor-Bandung rencananya dibuka akhir tahun 2019 ini. Dok J OsdarDirut PT KAI Edi Sukmoro dan para direksinya sedang memeriksa rel kereta api di lintasan Bogor-Bandung di kecamatan Ciranjang, Cianjur, pada Februari 2019 lalu. Lalu lintas kereta api Bogor-Bandung rencananya dibuka akhir tahun 2019 ini.

DALAM artikel saya ini, sebenarnya saya ingin menampilkan tiga simbol persaingan dan pertikaian besar dalam sejarah transportasi kereta api di Jawa di pertenghan abad ke-19 sampai pertengahan abad ke-20. Itu terjadi hampir 150 tahun lalu.

Simbol persaingan gengsi ini ditampilkan Lawang Sewu Semarang (kantor pusat NISM), Gedung Birao atau Kantor Pusat SCS Tegal dan kantor pusat SS di Bandung (kini jadi kantor pusat PT KAI Persero).

Banyak orang bercerita tentang mistis atau “pengalaman bertemu orang yang hidup dari puluhan tahun lalu” dari ketiga bangunan megah itu. Tapi apa makna dari sejarahnya?

Tulisan ini merupakan tulisan ketiga atau terakhir dari serial tulisan. Simak seri tulisan lainnya:
Kisah Marta, “Ciblek Lawang Sewu” (BAGIAN I)

Baca juga: Dari Lawang Sewu hingga Gedung Birao Tegal, Jejak Persaingan Bisnis Transportasi Kereta Api (BAGIAN II)

Persaingan merebut roti keuntungan ekonomi, bisa dilihat antara lain pembangunan rel kereta api Jakarta - Bogor, sepanjang 56 kilometer, tahun 1869 - 1873. Izin atau konsesi pembangunan jalur rel kereta api diperoleh NISM tahun 1864.

Tapi pembangunan baru dimulai tahun 1869 atau lima tahun setelah izin diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan swasta itu. Ini terjadi karena NISM ingin membangun rel kereta lebar sepur 1435 milimeter (mm). Sedangkan pemerintah kolonial Belanda ingin 1067 mm.

NISM bermaksud ingin memonopoli angkutan hasil perkebunan wilayah tersebut, terutama teh dan karet. Selain itu NISM punya rancangan agar jalur ini bisa tersambung dengan jalur NISM lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga monopoli makin sempurna.

Sementara pemerintah yang diwakili SS ingin jalur ini bisa bersambung dengan jalurnya, Bogor - Bandung - Cicalengka kemudian ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pertikaian ini dimenangkan pemerintah. Kemudian jalur ini diambil oleh SS tanggal 1 November 1913. Jalur ini juga penting karena ada istana gubernur jenderal di Bogor (Buitenzorg).

Orang Perancis bilang, l’histoire se repete, sejarah berulang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Regional
Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X