Kekeringan, Warga Pringsewu Lampung Mandi 3 Hari Sekali

Kompas.com - 23/08/2019, 15:37 WIB
Warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengantre pembagian air bersih yang dilakukan oleh sebuah LSM, Jumat (23/8/2019). Kekeringan yang telah terjadi sejak tiga bulan lalu membuat warga kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari. KOMPAS.com/TRI PURNA Warga Desa Banjar Sari, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mengantre pembagian air bersih yang dilakukan oleh sebuah LSM, Jumat (23/8/2019). Kekeringan yang telah terjadi sejak tiga bulan lalu membuat warga kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

 

PRINGSEWU, KOMPAS.com — Musim kemarau yang panjang membuat sumur-sumur di Desa Banjar Sari, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, mengalami kekeringan. Para warga pun terpaksa mandi tiga hari sekali.

Mustavia, warga setempat, mengatakan, sumurnya dan rumah-rumah tetangga sudah lama kering. Jikapun ada air, kondisinya keruh lantaran tercampur tanah karena terlalu tiris (sedikit).

“Sudah tiga bulan (kemarau). Sumur sampai waduk penampung air saja sampai kering,” kata Mustavia yang juga petani itu, Jumat (23/8/2019).


Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Mustavia pun memintanya ke beberapa tetangga yang sumurnya belum mengalami kekeringan. Namun, itu pun terbatas karena warga lain juga membutuhkan air bersih.

Baca juga: Kekeringan, 450 Desa di Jatim Dipasok 55 Juta Liter Air Bersih

Karena itu, sudah sejak sekitar tiga bulan lalu Mustavia dan keluarga harus menghemat air untuk mandi, kakus, dan mencuci pakaian. Kadang ia dan keluarga menggunakan air bekas mandi untuk mencuci. 

“Sumur kering. Mau cuci baju saja dua sampai tiga hari sekali. Kadang mandi juga tiga hari sekali,” katanya.

Tak hanya untuk keperluan air bersih sehari-hari, kekeringan yang sudah terjadi selama tiga bulan itu juga membuat banyak petani gagal panen, termasuk Mustavia.

“Seharusnya bulan ini sudah panen padi. Akibat kekeringan ini, paling panen padi hanya satu kali, biasanya bisa berapa kali,” katanya.

Sementara itu, di Dusun 1, Desa Banjar Sari, warga harus mengambil air bersih di sumber air yang jaraknya lebih dari satu kilometer.

Kepala Dusun 1 Sriwungu Sukadi mengatakan, sumber mata air yang dekat dengan dusun sudah tidak kering.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi 2 WNA Tewas Akibat Speed Boat Terbalik di Devil''s Tear Lembongan

Kronologi 2 WNA Tewas Akibat Speed Boat Terbalik di Devil''s Tear Lembongan

Regional
Identitas 2 WNA Korban Speed Boat Terbalik di Devil's Tear Nusa Lembongan

Identitas 2 WNA Korban Speed Boat Terbalik di Devil's Tear Nusa Lembongan

Regional
Fakta Ribuan Ikan Mati di Pantai Ambon, Bau Amis Menyengat hingga LIPI Ambil Sampel Bangkai

Fakta Ribuan Ikan Mati di Pantai Ambon, Bau Amis Menyengat hingga LIPI Ambil Sampel Bangkai

Regional
Kisah Afuk, Kayuh Sepeda Onthel Sejauh 276 Kilometer untuk Kembalikan Dompet

Kisah Afuk, Kayuh Sepeda Onthel Sejauh 276 Kilometer untuk Kembalikan Dompet

Regional
Siswa Iseng Bakar Sampah di Sekolah, 2 Laboratorium Ludes Terbakar

Siswa Iseng Bakar Sampah di Sekolah, 2 Laboratorium Ludes Terbakar

Regional
TPAS Makassar yang Terbakar Timbulkan Bau Menyengat, Sekolah Diliburkan

TPAS Makassar yang Terbakar Timbulkan Bau Menyengat, Sekolah Diliburkan

Regional
Fraksi Demokrat DPRD Bandung Benarkan Anggotanya Ditahan di Polresta Padang

Fraksi Demokrat DPRD Bandung Benarkan Anggotanya Ditahan di Polresta Padang

Regional
Akibat Kabut Asap,  Kualitas Udara Palangkaraya Masuk Kategori Berbahaya

Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Palangkaraya Masuk Kategori Berbahaya

Regional
Kronologi Pelanggar Lalu Lintas Bakar Motornya karena Ditilang

Kronologi Pelanggar Lalu Lintas Bakar Motornya karena Ditilang

Regional
Diduga Akibat Gunakan Steker Rusak, Rumah di Ngawi Ludes Dilalap Api

Diduga Akibat Gunakan Steker Rusak, Rumah di Ngawi Ludes Dilalap Api

Regional
Kasus Pidato Rasis Ketua Nasdem Tanjungpinang Dihentikan

Kasus Pidato Rasis Ketua Nasdem Tanjungpinang Dihentikan

Regional
 BNPB Kewalahan Padamkan Api, Kebakaran Meluas Kabut Asap Semakin Parah

BNPB Kewalahan Padamkan Api, Kebakaran Meluas Kabut Asap Semakin Parah

Regional
Pria Ini Tewas Dibacok Temannya karena Tertawa Sambil Merokok Saat Utang Ditagih

Pria Ini Tewas Dibacok Temannya karena Tertawa Sambil Merokok Saat Utang Ditagih

Regional
Kabut Asap di Palangkaraya Semakin Pekat, Sekolah Diliburkan

Kabut Asap di Palangkaraya Semakin Pekat, Sekolah Diliburkan

Regional
Kisah Relawan Lewati Bukit di Pedalaman NTT Demi Tolong Penderita Gangguan Jiwa yang Dipasung

Kisah Relawan Lewati Bukit di Pedalaman NTT Demi Tolong Penderita Gangguan Jiwa yang Dipasung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X