Atasi Kekeringan Jangka Panjang, Pemkab Karawang Bangun Bendungan

Kompas.com - 22/08/2019, 12:49 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KARAWANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan membangun bendungan skala menengah sebagai penanganan jangka panjang kekeringan di Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan. Bendungan itu bakal dibangun pada 2020.

"Pembangunan bendungan ini dilakukan untuk membantu wilayah kekeringan di Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan. Mereka ini hampir setiap tahun mengalami kekeringan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Karawang Eka Sanatha melalui telepon, Kamis (22/8/2109).

Pemkab Karawang, kata Eka, bakal mengusulkan anggaran pembangunan bendungan tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Rencananya, bendungan ini dibangun pada 2020.

"Sesuai arahan Pak Sekda. Jika usulan tidak diterima oleh pemerintah provinsi. Kita akan tetap membangunnya dengan APBD Karawang," katanya.


Baca juga: Waspada, Ini Wilayah Bandung dan Sekitarnya yang Berpotensi Alami Kekeringan Ekstrem

Meski demikian, pihaknya belum bisa menyebutkan lokasi pasti bendungan itu akan dibangun. Sebab, Pemkab Karawang masih mencari lokasi yang tepat, yang memiliki sumber air melimpah, meskipun kemarau tengah melanda.

"Kita belajar dari pengalaman pemerintah daerah yang membangun Bendung Waru di Tegalwaru, yang ternyata ketika kemarau sumber air tidak mencukupi. Bendungan itu justru surut dan airnya tidak mencukupi," katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Ruchimat mengatakan, kekeringan semakin meluas hingga ke wilayah utara Karawang.

Ia mengatakan, kekeringan kali ini melanda tujuh kecamatan di Karawang. Di wilayah selatan Karawang, kekeringan terjadi di Telukjambe Barat, Ciampel, Tegalwaru, dan Pangkalan. Sementara di Karawang bagian utara, kekeringan melanda Tempuran, Tirtajaya, dan Cilebar.

Pihaknya mencatat, saat ini warga yang terdampak kekeringan air mencapai 8.570 jiwa. Sebanyak 1.000 di antaranya berada di Kecamatan Tempuran.

"Kita sudah mengirimkan bantuan air. Total pengiriman air sebanyak 31 rit dengan setiap pengirimannya sebanyak 5.000 liter air," katanya.

Baca juga: Alami Kekeringan Terparah Sejak 1997, Ribuan Warga Lebak Gelar Shalat Minta Hujan

Sementara itu, luas lahan yang terdampak dan mengalami kekurangan air seluas 422 hektare, yang terletak di Kecamatan Cilebar dan Tirtajaya.

Ruchimat mengatakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Karawang berakhir pada November. Sehingga kewaspadaan terhadap bencana kekeringan terus dilakukan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Tahun ke-4 Masa Jabatan, Wali Kota Semarang Fokus Benahi Layanan PDAM

Regional
Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Dinilai Berjasa di Bidang Ekonomi Syariah, UNS Akan Beri Ma'ruf Amin Penghargaan

Regional
Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Kronologi Pemburu Burung Tewas Tersetrum Terkena Jebakan Babi

Regional
133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, 'Sex Toys' Paling Dominan

133 Kasus Diungkap Bea dan Cukai Kuala Namu Selama Januari, "Sex Toys" Paling Dominan

Regional
Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Regional
Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Regional
Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Golkar Umumkan Hasil Survei Internal Pilkada di Jabar, Berikut Daftar Calon Potensial

Regional
Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Kebutuhan Masker Tinggi Dampak Virus Corona, Wanita Ini Menjual Masker Fiktif, Tipu Korban Rp 11,4 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

[POPULER NUSANTARA] Puluhan Pengantin Korban WO Abal-abal | Pasien Suspect Virus Corona di Babel

Regional
Kasus Penipuan 'Wedding Organizer' di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Kasus Penipuan "Wedding Organizer" di Cianjur, Polisi Bentuk Timsus

Regional
Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Pemkab Gresik Berharap Normalisasi Kali Lamong Dapat Segera Dilakukan

Regional
Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Cerita Para Pengantin Ditipu Wedding Organizer, Pernikahan Impian pun Akhinya Batal

Regional
Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Dipenjara 2 Minggu, Tersangka Penghina Risma Keluar Tahanan dan Cium Pipi Anaknya

Regional
Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Jenazah Pratu Yanuarius Loe, Korban Heli MI-17 asal NTT Diterbangkan Hari Ini

Regional
Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Terlibat Prostitusi Online, Ibu Ini Tawarkan Gadis di Bawah Umur Lewat WhatsApp

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X